Tiga Anggota DPRD Gresik Dapil Bawean Datangi DISHUB Terkait Ijin Trayek Kapal Tidak Jelas

Gresik-Centralberita.id Tiga anggota DPRD Gresik, terpaksa meluruk Kantor Dishub Gresik, untuk memastikan trayek kapal penyebrangan Gresik-Bawean. Karena sejak cuaca buruk sejak lima hari lalu terjadi penumpukan calon penumpang.
Gelombang laut di peariora Gresik dan Bawean yang lebih dua meter, membuat penyebrangan antar pulau di tutup sejak 5 hari yang lalu. Sementara kepastian kapal berangkat untuk hari ini masih belum keluar izinnya trayeknya dari pihak Dishub Gresik.

Karena calon penumpang mengancam akan melakukan aksi ke kantor DPRD Gresik. Sehingga tiga anggota DPRD Gresik, Musa ( Partai Nasdem ) Bustomi ( PKB ), dan Lutfi Dawam, ( Gerindra ) masing-masing bersama beberapa Kades dari Bawean yang diwakili M.Salim ( AKD Tambak ), Tokoh Masyarakat, ( Syamsul tokoh pemuda ( M. Zakaria dan Wahid Zarkasi ) , Jumat (13/9) pagi meruluk Kantor Dishub Gresik.

Mereka menyampaikan, pihaknya mempertanyakan kepastian izin trayek kapal penumpang antar pulau dari Pelabuhan Gresik. “Karena terjadi penumpukan calon penumpang hingga ratusan orang tujuan Pulau Bawean, maupun dari Bawean tujuan Gresik, yang tidak mungkin bisa diangkut dengan hanya 1 ( satu ) kapal,” kata Lutfi Dawam ( DPRD ) Gresik dengan nada berapi-api

Kendala utama penyebrangan Gresik dan Bawean, semestinya bukan semata-mata faktor gelombang laut, akan tetapi akibat spesifikasi kapal yang ada selama ini, hanya bisa berlayar dengan ketinggian ombak 2 ( dua ) meter.

Sementara geombang laut di:perairan Gresik dan Bawean, gelombangnya sering di atas 2 ( dua )meter. Sehinga memang dibutuhkan kapal yang bisa berlayar di saat gelombang laut diatas 2 ( dua ) meter, agar penyebrangan laut Gresik dan Bawean tidak sering terganggu. M.Zakaria ( Ketua PBG ) sempat bersih tegang dan marah karena datang ke kantor Dishub Gresik tidak segera direspon alasannya kunjungan perwakilan masyarakat Bawean tidak ada surat resmi permohonan untuk audiensi, Sedangkan Kadishub juga sedang rapat , Akhirnya muncullah Pak Nanang Setiawan ( Kadishub ) langsung memediasi dan mempimpin rapatnya terjadilah titik temu solusi dengan memberikan ijin pada 3 operator kapal : Express Bahari ,Natuna Express dan Gili iyang untuk keberangkatan dari Gresik ke Bawean dan dari Bawean ke Gresik pada Jum’at ( 13/9/2019 ) ( shr )