Warga Kelurahan Sumberejo Pakal Tolak Pangkalan Ojek On Line Diwilayahnya

Surabaya, centralberita.id – warga RT 01 sampai RT 04 RW 02 kelurahan Sumberejo makmur memasang banner spanduk penolakan yang terpampang di pintu masuk kampung dan bertuliskan “Ojek online dilarang mangkal dilingkungan RW 02”.
Keberadaan puluhan ojek online di wilayah Kelurahan Sumberejo kecamatan Pakal Surabaya dinilai warga sangat meresahkan. Hal itu disebabkan banyaknya Ojok Online (Ojol) yang mangkal di sekitar lingkungan RT 1-4 RW 02 di rasa sangat menganggu aktifitas warga sekitar.
Karena dampaknya warga RT 1-4 RW 02 Kelurahan Sumberejo ber inisiatif memasang spanduk penolakan, yang terpampang di pintu masuk kampung dan bertuliskan Ojek online dilarang mangkal dilingkungan RW 02.
Hal itu disampaikan Ketua RT 05 RW 03 kelurahan Sumberejo pak Semain, keberadaan Ojol yang mangkal di wilayah Sumberejo sangat meresahkan warga.
”Yang saya kwatirkan karena di wilayah ini banyak anak sekolah, takutnya ketabrak,” terang Semain kepada wartawan, Senin (20/09/19).
Hal senada juga dikatakan Herman, salah satu warga sekitar yang merasa terganggu dengan keberadaan Ojol di wilayah itu, keberadaan Ojol di Jalan Sumberejo dekat kantor kelurahan akhir-akhir ini semakin hari di rasa semakin banyak.
”Setiap pagi sampek sore selalu ada 20 – 30 orang yang mangkal di area itu. Padahal sepengetahuan saya mereka tidak pernah dan jarang sekali muat penumpang, tapi kok semakin banyak,” ucapnya.
Hal senada juga d ucapkan oleh Lurah Sumberejo, Iwan Rahmadi saat dikonfirmasi terkait masalah itu membenarkan. Menurutnya, keberadaan Ojol di wilayah itu sangatlah meresahkan.
”Kapan hari sudah dikoordinasikan dengan Bimaspol, dan saya tak tahu kelanjutannya bagaimana,” terang Iwan.
Masih menurut Lurah Sumberejo, karena keberadaan Ojol di wilayah RW 02 dilarang warga, sekarang pindah di jalan raya.
”Kami sudah koordinasi dengan Akp Andik Bimaspol wilayah sumberejo, apa ini akan ditertibkan atau bagaimana. Informasi dari Pak Andik Bimaspol disitu banyak orderan fiktif, tapi kami bingung acuannya apa untuk mengusir mereka,dan dia juga mencari sesuap nasi” ujar pak lurah lagi. [Mas]