GNP TIPIKOR Soroti Pembangunan Drainase Di Rw O4 Desa Waru Sidoarjo (15-10-2019)

centralberita.id , Sidoarjo – Dua proyek pembangunan drainase di lingkungan RW.04 Desa Waru yang menyerap anggaran Rp.1 Milyar lebih diharapkan dapat menanggulangi banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut setiap kali musim penghujan datang, warga sangat berharap proyek pembangunan drainase yang baru pertama kali ada di wilayahnya tersebut mampu menanggulangi masalah yang setiap tahun terjadi.

Bila dilihat dari hasil pekerjaan saat ini. Proyek pembangunan drainase yang sudah berjalan hampir satu minggu ini di nilai warga sangat tidak sesuai dengan harapan alias amburadul. Alhasil proyek pembangunan dranase dengan nilai anggaran Rp.1Milyar lebih dengan menggunakan box culvert tersebut semakin tidak karu-karuan hasil pemasangannya pun  bergelombang sehingga di beberapa titik box culvert yang sudah terpasang terdapat genangan air yg berasal dari saluran pembuangan rumah tangga yang tidak dapat dialirkan ke sungai besar selain dari itu akses jalan yang tadinya lebar kini semakin menciut akibat pemasangan box culvert memakan badan jalan utama silebar 60cm.  Hal ini menjadi sorotan Koirul.

Divisi investigasi Gerakan Nasional Pengawasan Tindak Pidana Korupsi (GNP-TIPIKOR) yang turun langsung ke lokasi pekerjaan pemasangan box culvert di RW.04 Desa Waru pada hari sabtu 12/10. Disinyalir ada dugaan pengurangan volume pekerjaan dan mar up harga material. Dia mengatakan. Bahwa ada kesalahan besar dalam pelaksanaan proyek pembangunan drainase tersebut mas. Dari awal pemasangan box culvet yang tidak lurus alias mengak-menggok seperti ular berjalan ditambah lagi volume tinggi pasangan box culvert tidak rata atau naik turun karena tidak ada pemadatan lantai kerja sehingga menyebab kan air menggenang di beberapa titik saluran yang sudah terpasang, ini jelas tidak ada pengukuran ketinggian volume yang sesuai dengan gambar RAB yang ada diduga kuat ada kesalahan gambar proyek tersebut terang koirul saat di konfirmasi di selah kegiatan nya.

Koirul menjelaskan. Saya sudah sampaikan kepada tim pelaksana proyek. KSM dan FASKEL untuk segera membongkar box culvert yang sudah terpasang untuk segera diperbaiki dan ditinggikan lagi serta melakukan pengukuran ulang namun sia-sia karena mereka semua tidak faham di bidang pembangunan tegas nya. saya juga berusaha meminta keterangan kepala desa desa waru H. Junaedy namun sayang orang nomer satu desa waru yang akrab di sapa abah jun tersebut tidak dapat di konfirmasi untuk dimintai keterangan melalui kontak selular nya namun tidak direspon jelas nya. Ironis nya bahan material yang dipakai tidak sesuai spek dan tidak SNI. Saya mendapati tumpukan box culvert yang ada di pinggir sungai sudah ada yang pecah dan patah mas. Diduga kuat box culvert tidak menggunakan besi tulanga dan tidak SNI hal ini menjadi tanggung jawab tim pelaksana proyek pembangunan drainase RW.04 Desa Waru jlentreh nya. Dalam hal ini. Koirul menegaskan, akan terus memantau proyek pembangunan drainase dan peningkatan jalan paving ston di RW.04 Desa Waru yang menyerap anggaran hingga sebesar Rp.1Milyar lebih tersebut bila tidak segera dilakukan perbaikan. Pihak nya berjanji akan turun bersama tim audit GNP-TIPIKOR dan pihak kami bekerjasama langsung dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), mengingat dana yang digunakan untuk proyek pembangunan drainase tersebut didapat dari dana bantuan Kementrian PUPR melalui program KOTAKU ditakutkan anggaran sebesar itu hanya di jadikan bancakan tegas koirul mengahkiri. (candra/indra)