Angin Kencang Melanda Kota Batu,Satu Orang Meninggal Dan Puluhan Rumah Rusak


MALANG – Batu – Centralberita.id –
Angin kencang berkecepatan 55 KM per jam membuat Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu porak poranda. Sedikitnya 23 rumah, 13 warung dan 2 green house mengalami kerusakan. Bahkan Satu orang dikanarkan meninggal dunia akibat angin kencang disertai material debu dan juga asap kebakaran Gunung Arjuno, Minggu (20/10/2019).
“Warga yang meninggal atas nama Sodiq warga Desa sebelahnya Sumber Brantas, yaitu Desa Gunungsari, karena tertimpa pohon roboh dampak dari angin kencang tadi,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Sasmito kepada wartawan Minggu.
Warga terdampak bencana, lanjut Sasmito, sudah 80 persen yang mengungsi. Beberapa diantaranya, mengungsi di sejumlah posko yang terdata BPBD seperti di depan Hotel Purnama Batu. Diperkirakan, malam ini pengungsi juga semakin bertambah.
“Jumlah pengungsi yang keluar dari desa dan yang kami terima tidak sama. Karena ada yang langsung ke ngungsi ke rumah saudaranya. Jumlah penduduk sekitar 2500, yang didata kami sudah mencapai hampir 1000 pengungsi. Dalam penanganan darurat ini, memang ada sejumlah pengungsi yang sakit dan kita rujuk ke rumah sakit,” terangnya.
Terkait kebutuhan para pengungsi sendiri, pihaknya menyebut saat ini masih aman. “Kendala logistik tidak ada. Malam ini ada bantuan nasi bungkus siap saji, untuk besok sudah punya bahan masak. Harapan kami angin kencang ini tidak lama. Begitu reda, pengungsi bisa kembali,” paparnya.
Jalur Cangar Ditutup
Untuk sementara menurut himbauan dari Pemkot Batu, jalur dari Desa Tulungrejo menuju Sumber Brantas maupun dari Kabupaten Mojokerto menuju Cangar ditutup sementara.
“Angin kencang tersebut berpotensi menjadi puting beliung seperti yang terjadi pada Sabtu (19/10) lalu sekitar pukul 23.00. Oleh sebab itu, dihimbau kepada masyarakat yang memilih untuk tidak mengungsi tetap waspada terhadap kemungkinan terburuk,” terang Achmad Choirur Rochim Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu.
“Kami masih belum menentukan status karena menurut kalkulasi angin akan segera mereda pada malam hari,” imbuh Rochim.
Walaupun begitu ia tetap mengingatkan kepada warga Sumber Brantas untuk memakai masker karena badai pasir di kawasan tersebut merupakan faktor utama ditutupnya akses jalur penghubung Batu menuju Mojokerto maupun sebaliknya.(Mas/red)