Pengedar Sabu ,”AK” Saat Ditangkap Melawan

Surabaya, centralberita.id – Setelah dua bulan menjalani bisnis haramnya sebagai pengedar Narkoba jenis sabu-sabu, AK (28) kembali berurusan dengan Polisi. AK yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi ojek online ditangkap oleh jajaran Polres Tanjung perak pada Rabu (11/9/20019).

Menurut keterangan Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, tersangka adalah mantan Narapidana dengan kasus yang sama dan baru keluar pada tahun 2018. “Pelaku sempat melawan dan terjadi kejar-kejaran saat aparat kepolisian dari Polres Tanjung Perak hendak melakukan Penangkapan.” Ujar AKBP Antonius Agus Rahmanto, Rabu (30/10/2019) Pukul 13.30 WIB. Lebih lanjut Agus memaparkan, Bahwa Penangkapan AK adalah pengembangan dari pengakuan RF yang terlebih dahulu tertangkap oleh Kepolisian Polres Tanjung Perak.

Saat Oknum Polisi melakukan penggeledahan didalam rumah yang beralamatkan di Jalan Temanggung Karya Lor gg 1/5-A RT.001 RW.009 Kel.Wonokusumo Kec.Semampir Surabaya, ditemukan barang bukti berupa sebuah Kotak Jam Tangan Merk Premium Collection warna hitam yang didalamnya terdapat Satu Poket Narkotika jenis Sabu seberat Kurang Lebih 1,09 Gram beserta pembungkusnya, dua buah serok shabu, sebuah Timbangan elektrik merk CE warna Silver dan uang tunai sebesar Dua ratus ribu rupiah.

Dalam keterangan, Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, menambahkan, AK mengaku bahwa barang bukti berupa Narkotika jenis sabu yang diamankan oleh anggota didapatkan dari seseorang yang bernama Ahmad pada hari Selasa Tanggal 10 September 2019 sekitar Pukul 22.30 WIB di Ds.Rabesan Kabupaten Bangkalan Madura.

“Sampai saat ini, Ahmad masih dalam daftar percarian orang (DPO). Sebanyak 21 tersangka dan 19 kasus dengan BB Sabu-Sabu seberat 40 Gram yang berhasil kita amankan,” ungkap orang nomer satu di Polres Tanjung Perak ini. Untuk penyelidikan lebih lanjut, saat ini tersangka beserta barang bukti dibawa ke polres Tanjung Perak.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Subs. Pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5(lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atau seumur hidup,” Pungkasnya. (Candra)