Kisruh Pembacaan Eksepsi “Guntual S.H”,Aktivis Anti Kriminallisasi Siap Kawal

Sidoarjo – centralberita.id – Pengadilan Negeri ( PN ) Sidoarjo memanas dan hampir ricuh antara Posbakum dengan terdakwa Guntual S.H dan Aktivis anti kriminallisasi Agus P di luar ruang sidang .(20/11/2019)

Kekesalan Guntual S.H dilontarkan setelah acara pembacaan jawaban epsepsi dari Jaksa Penuntut Umum ( JPU )”, Ardi S.H dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo berakhir.
Persis dipintu keluar sidang terdakwa melontarkan kekesalanya dengan meneriakan yel ” Brantas Mafia hukum sampai akar-akarnya sesuai intruksi Presiden Joko Widodo agar mafia hukum di berantas…,Ucapnya dengan lantang .
Bahkan orasi terdakwa yang juga Advokad itu dapat aplaus para pengunjung PN dan tahanan yang akan menjalani sidang dengan meneriakan Lawan Mafia Hukum… Brantas kriminalisasi…

Sidang dipimpin oleh Majelis Hakim ” Erly Soelityorini S.H, Martahan Pasaribu S.H, M.H , Eni Sri Rahayu S.H,M.H dengan Panitera Pengganti Ifah Salafi S.H dengan No.Reg Perkara : PDM – 116/Sidoarjo/Ep.2/10/2019 melanggar pasal 28 ayat (7) Jo Pasal 93 UU no.12 tahun 2012 tentang perguruan tinggi.
Dalam bacaan dakwaan eksepsi JPU menguraikan bahwa terkait gelar akademik yang sesuai adalah berdasarkan huruf abjad S.H

Kejaksaan Negeri Sidoarjo dalam jawabannya menyatakan bahwa terdakwa mengirimkan surat kepada PT.JATI LESTARI di Gedangan Sidoarjo dengan mencantumkan SH. di belakang nama ” Jadi Dalam hal ini surat yang dikirimkan Oleh terdakwa akan menimbulkan suatu akibat ketika surat tersebut diterima dan diketahui oleh Saksi THE RIMAN SUMARGO yang berada di Sidoarjo ” kata Ardi saat membacakan jawaban epsepsinya.

Nama gelar akademik sarjana hukum sebagai alat melaporkan terdakwa oleh Djoni Harsono dan The Riman Sumargo ke Polresta Sidoarjo. Dari pengakuan terdakwa, gelar akademik tersebut tidak diperuntukan untuk merugikan orang lain, akan tetapi untuk meminta pengembalian aset dan rincian pembayaran

Setelah mendengarkan jawaban JPU dalam sidang, terdakwa Guntual diakhir sidang tidak terima karena isi dari jawaban tersebut masih mengacu pada surat pribadi, yaitu menggunakan gelar akademik sarjana hukum, pada peruntukan untuk meminta pengembalian aset dan rincian pembayaran ” Bagaimana bisa surat yang bersifat privasi dijadikan barang bukti oleh JPU. Harap Majelis Hakim mempertimbangkan jawaban JPU tersebut ” kata Guntual

Hebohnya, pasca sidang, terdakwa sambil mengenakan seragam toga melakukan orasi yang bersifampt protes terhadap penegak keadilan. Suasana gaduhpun tak terelakkan.
Aktivis peduli kriminallisasi Agus.P juga sempat hampir bentrok fisik dengan Posbakum dapat dihindari, Aktivis anti kriminallisasi sempat membakar semangat penegak hukum agar segera memberantas mafia hukum…Ucapnya.

Para narapidana yang menunggu sidang berteriak seolah mendukung orasi dari Guntual tersebut ” Saya tidak habis pikir dengan jaksa yang menggunakan surat pribadi penggunaan gelar akademik sarjana hukum antara kreditur dengan debitur. Seharusnya tidak diperuntukan untuk publik. Saya dalam surat itu hanya menanyakan aset dan rincian pembayaran kok saya malah dikriminalisasi ” teriak Guntual

Kemarahan terdakwa Guntual, bahwasanya pengacara yang tergabung dalam Posbakum (Pos Bantuan Hukum) Pengadilan Negeri Sidoarjo, karena mereka telah melaporkan terdakwa bersama istrinya terkait undang-undang ITE yang telah mencemarkan institusi pengadilan.

Terpisah Tuti SH, kuasa hukum terdakwa mengatakan, pada dasarnya seorang jaksa tidak diperbolehkan berasumsi, harus sesuai bukti-bukti. Selain itu, nama gelar kliennya tidak dipergunakan untuk melakukan tindakan penipuan ” Jawaban JPU tadi tidak rasional. JPU seharusnya tidak berasumsi dan harus sesuai dengan bukti buktinya ada” katanya

Sementara itu, terdakwa Guntual mengancam jawaban ketua majelis hakim dalam eksepsi tidak dikabulkan, maka terdakwa tidak akan mengikuti apa yang menjadi keputusan ketua majelis hakim.

Sedangkan JPU usai sidang saat ditanya strategi apa yang bakal dipakai dalam sidang berikutnya Ardi menyatakan bahwa pihaknya masih belum bisa mengumbar strategi sidang ” Kita lihat aja nanti mas minggu depan ” tukasnya. ( Redaksi )