Oknum Debt Collektor Ancam Obrak Abrik Rumah

Surabaya,Central Berita.id – Tepatnya Tanggal 29 november 2019 sekitar pukul 10:00wib di sentra kuliner taman bungkul kota surabaya terjadi keributan yang di lakukan oleh oknum mengatasnamakan debt collektor dari kredit plus yang bernama Fredi dan ketiga temannya, untuk menanyakan anggsuran secara tidak menyenangkan dengan nada bicara kasar,menunjuk muka dan menggebrak meja ujar ninda selaku debitur.

Lalu ninda menjanjikan untuk melakukan pembayaran pada tanggal 16 Desember 2019 sesudah gajian ujarnya kepada oknum tersebut,akan tetapi si fredi tidak mau dan memaksa harus hari ini melakukan pembayaran, dengan ancaman kalau tidak di bayar hari ini mau bikin rame di rumah debitur dan mengancam akan melaporkan ke polisi dengan dasar pemalsuan data.

Pada akhirnya salah satu rekan Media mendatangi polsek wonokromo untuk melaporkan kejadian tersebut, karena debitur merasa ketakutan dan tidak diperbolehkan oleh fredi beranjak dari tempat kejadian tersebut. Namun laporan tersebut dipatahkan oleh salah satu anggota polsek wonokromo dengan mengatakan UU perbuatan tidak menyenangkan telah dihapus oleh MA (Mahkamah Agung) . Lalu kemudian kanit reskrim polsek wonokromo IPDA Arie pranoto mengatakan akan meluncur kelokasi setelah sholat jum’at akan tetapi sebelum IPDA Arie sampai kelokasi, ke empat oknum debt collektor tersebut meninggalkan lokasi kejadian (sentra kuliner taman bungkul surabaya).

Lalu salah satu awak dari media berita TKP menyarankan untuk melakukan DUMAS (Pengaduan Masyarakat) di kantor lembakum indonesia yang beralamat Margorejo tangsi No 6/10 Surabaya dan di terima pengaduan tersebut secara tangan terbuka, lalu di jelaskannya oleh (debitur) kronologi kejadian yg dialaminya.

Dodik Firmansyah selaku Pimpinan Koordinator Jatim LPK-LI ( Lembaga Perlindungan Konsumen Lembakum Indonesia ) memprotes keras cara pihak oknum dect collektor memperlakukan konsumenya dan apalagi dengan mengacam debitur akan mendatangi rumahnya untuk mengobrak abrik rumah debitur. ulah yang di lakukan oknum debt collektor tindakan tersebut sama juga seperti premanisme dan itu tugasnya aparat penegak hukum membratas para premanisme.

Padahal sudah jelas debitur mempunyai Hak-hak konsumen ini dilindungi undang-undang : UU no 8 thn 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” Berikut adalah beberapa hak yang Anda dapat sebagai konsumen:

  1. Hak memilih barang atau yang akan dikonsumsi
  2. Hak mendapat kompensasi dan ganti rugi
  3. Hak dilayani, diperlakukan dengan baik tanpa diskriminasi
  4. Hak mendapat advokasi dan perlindungan serta upaya penyelesaian sengketa
  5. Hak didengar pendapat dan keluhannya
  6. Hak atas keamanan, kenyamanan, keselamatan dlm mengkonsumsi
  7. Hak mendapat informasi yg benar, jelas, dan jujur atas apa yang akan dikonsumsi
  8. Hak mendapat barang/jasa sesuai nilai tukar dengan kondisi dan jaminan yg dijanjikan.Tutur Dodik Firmansyah selaku Pimpinan Koordinator Jatim LPK-LI (Lembaga Perlindungan Konsumen Lembakum Indonesia) di ruangan kerja nya

Pada saat di konfirmasi wartawan melalui Hp seluler terkait pengacàm terhadap debitur.fredi menjelaskan memang benar tadi saya ketemu debitur di taman bungkul untuk menageh uang angsuran.tapi saya tidak ada untuk mengacam debitur.saat di singgung ada bukti rekaman vidio fredi soal ancam debitur sempat terdiam. (Red)