Leasing Brutal Rampas Mobil Warga Petemon Sby Lapor Polisi

Mojokerto-CentralBerita.id– Hal ini menimpa Agung Purwiyanta (41) debitur, warga Petemon Barat 202 B, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Mobil miliknya jenis Daihatsu Sigra, diambil paksa oleh sedikitnya enam orang yang mengaku utusan leasing. Hingga pemilik kendaraan melapor ke Polsek Sukolilo, Surabaya.

“Tiba-tiba saya dipepet dua kendaraan, dipaksa kekantor leasing, Kejadian ini terjadi ketika melintas di Jalan Jemursari, Surabaya, Selasa 19 November 2019 siang,” ungkap Agung, Selasa (10/12/2019).

Kepada petugas leasing yang beralamat di Jalan Dr H Ir Soekarno, Ruko Icon 21, Mulyorejo, Kota Surabaya. Agung berjanji akan membayar tunggakan dua bulan yang menjadi kewajibannya.

Keesokan harinya, Agung bersama adiknya mendatangi kantor leasing untuk melakukan pelunasan pembayaran 2 bulan, Namun pihak leasing malah meminta Agung melunasi semua hutang hingga beberapa bulan kedepan.

“Saya disuruh membayar uang Rp108 juta, agar mobil saya dikasihkan lagi, Disuruh melunasi semuanya termasuk dendanya,” kata Agung.

Karena merasa dirugikan, Agung bersama Lembaga Bantuan Hukum (Lembakum) membawa permasalahan yang dihadapi untuk melapor kejadian tersebut ke wilayah hukum Polsek Sukolilo surabaya.

“Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, karena leasing hendaknya tidak menyewa oknum-oknum preman diluar perusahaan untuk menghadapi nasabah,” singkat Korlap Lembakum, Dodik Firman.

Terpisah, Kapolsek Sukolilo, Kompol Bunari, menambahkan supaya anggotanya bertindak tegas terhadap debt collector atau leasing yang merampas kendaraan nasabah di tengah jalan. Sebab, hal tersebut melanggar aturan yang ada.

“Debt colector yang merampas kendaraan debitur di tengah jalan, harus ditindak tegas. Diperiksa sudah, karena apa, karena ini melanggar aturan, tentang perampasan,” jelas Kapolsek Sukolilo.

Menghentikan kendaraan seseorang secara paksa apalagi merampas merupakan suatu tindak pidana, Melanggar pasal 365 KUHP Tentang Pencurian dengan Kekerasan atau Perampasan. Ancamannya hingga 9 tahun penjara.(10-12-2019)

(CB: wt)