Akibat Seringnya Listrik Padam,Masyarakat Pulau Bawean Menjerit

Gresik – CentralBerita.id
Pada akhir 2 (dua) bulan ini lampu PLN di Bawean sering kali mengalami pemadaman, hingga masyarakat bertanya benarkah biang keroknya gara-gara banyak kelelawar yang hinggap dan mencakar kabel listrik atau mesin dan jaringan atau Petugasnya yang menjadi Penyebabnya?
Selasa (10/12/2019) awak media CentralBerita melakukan klarifikasi terkait pengaduan masyarakat Pelanggan PLN di Bawean dengan Pak Paul selaku manager PLN Gresik juga Moh.ilham Bagian disribusi jaringan di kantor PLN Gresik bahwa memang benar salah satu penyebab padamnya listrik itu akibat dari kuku kelelawar yang merusak kabel listrik hingga terjadi korseliting tapi pihak PLN sudah melakukan upaya pergantian kabel yang telanjang menjadi kabel yang terbungkus hingga tidak terkoyak oleh kuku kelelawar yang mencakarnya dan sudah dilakukan sosialisasi tentang beberapa upaya untuk menanggulangi pemadaman dengan para Kades di kantor kecamatan Tambak, namun pihak masyarakat Bawean belum memahaminya


Alasan ULP PLN Bawean itu belum bisa diterima sebab Hampir tiap malam selama 2 ( dua) bulan terakhir ini selalu disuguhi dengan aksi masa bodoh dari PLN, kata AD saya sebagai Pelanggan PLN berani katakan sikap masa bodoh dari pihak PLN karena sebelumnya tidak adanya penjelasan resmi dan tindakan yang konkret ketus AD warga yang selalu bersuara lantang di medsos ( Face book) hal persoalan padamnya listrik di Bawean, persoalannya
Hampir tiap mlm terjadi pemadaman listrik yang sebenarnya sudah menjadi penyakit Tahunan di Pulau Bawean. Kondisi padamnya listrik ini, menjadi sangat tidak bisa ditolerir (mungkin oleh seluruh warga pulau Bawean dengan segala sumpah serapahnya) karena seolah sudah terjadwal sistematis dengan rentan waktu yang hampir sama tiap kali padam (please dech Pak, sudah kayak Ujian semester saja jadwal padamnya ).
menjadi sangat tidak elegan lagi ketika padamnya listrik, adalah dengan mengkambing hitamkan kelelawar dan musim buah sebagai menyebab utama padamnya listrik di bawean.
Sesekali mungkin boleh kelelawar dan musim buah dijadikan alasan sebagai penyebabnya. tetapi akan sangat konyol jika kejadian ini (pemadaman listrik yang terjadi tiap Tahun dan salalu saja pada waktu mendekati musim hujan selalu dikaitkan dengan kelelawar. Jika memang benar seperti itu kejadiannya, pihak PLN sudah paham bahwa listrik padam akibat ulah sang Kelelawar yg konon katanya suka nimbrung manja di jaringan PLN, tapi kenapa tidak bisa mencari dan memberikan solusi yg benar-benar ampuh untk mengatasi hal ini (bukannya dengan aksi memikul alat tiap malam mencari titik padam).

pernah di media sosial, pihak PLN (disampaikan oleh yg terhormat Kepala wilayah ULP PLN Bawean) “dengan segala pembenarannya” memberikan pernyataan bahwa kejadian padamnya listrik ini tidak separah Tahun yang lalu. Konon katanya sudah banyak kemajuan dalam sistem manajemen dan jaringan di PLN, pernyataan ini saya anggap hanya mencari pembenaran dan alasan Klise).
dengan “mengurangi rasa hormat” terhadap jajaran Direksi PLN Bawean, saya pribadi selaku konsumen dari PLN merasa sangat dirugikan dengan adanya kejadian ini, saya berharap agar kondisi yang dirasakan oleh saya dan juga seluruh lapisan masyarakat Bawean untuk segera dicarikan solusi yang benar-benar tepat. solusi yang dimaksud bisa berupa perbaikan dan bahkan penggantian kualitas alat dan system, bisa juga berupa perbaikan kualitas SDM di sekeliling PLN Bawean.
Yang terakhir, tambah AD” saya pribadi selaku konsumen dari PLN berharap agar seluruh jajaran stake holder di wilayah Pulau Bawean dan Kabupaten Gresik yg mempunyai berwenang dalam mengatur kebijakan untuk perbaikan managemen PLN untk kesejahteraan masyarakat Bawean, agar segera bertindak bersama sama untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaganya dalam menyikapi fenomena tahunan padamnya Listrik di Pulau Bawean.

mudah-mudahan ULP PLN Bawean secepatnya berbenah diri sehingga kondisi ini dapat segera teratasi.

tulisan ini saya kata AD dibuat atas dasar rasa jengkel tiap kali PLN padam keluh warga Bawean yang terjadi keringatan banyak nyamuk, ,dll hingga tidak dapat tidur nyenyak merasa tersiksa. (Shr)