Keluh Kesah Masyarakat ” By, Direktur NBB (SANAD)

RUBRIK INTISARI ” Keluh Kesah Masyarakat By. DIREKTUR NBB ( SANAD)

Dari pengamatan dan berbagai informasi berbagai media baik
cetak maupun elektronik dan juga MEDSOS dari warga
desa dimana mereka melakukan aktifitas kehidupan yang
realistis, setelah kami kaji lebih dalam ternyata keluhan
tentang sulitnya mendapat pekerjaan sering dilontarkan
anak muda maupun orang tua mereka entah lowongan
pekerjaan yang terbatas, pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan, atau kurang memenuhi
selerah dan lain sebagainya.diperlukan keuletan,kesabaran,juga dana dan waktu yang relatif banyak
untuk mendapatkan penyebab kegagalan dalam melakukan aktifitas kehidupannya untuk diri sendiri
maupun untuk membangun desanya karena mayoritas kehidupan pedesaan belum adanya konsep
yang jelas yang diimbangi dengan keberlanjutan sumber daya alam. Rendahnya kemampuan
masyarakat untuk mengkoordinir dirinya yang berakhibat krisis kreatifitas, krisis kegotong –
royongan yang realistis
Adanya urbanisasi laki, perempuan,tua-muda berbondong –bondong ke daerah industrialisasi
(Ngoro) untuk mengadu nasib untuk mencari kerja dengan harapan bisa mengais rejeki ditempat
tersebut ternyata tidak semuda yang ia bayangkan, cukup kompleks permasalahannya dan apa yang
diharapkan hanya menjadi angan – angan saja. akhirnya mau Kembali Ke Desa tetapi didesa belum
dipersiapkan lapangan pekerjaan yang mandiri dan berkelanjutan yang mengakibatkan pengangguran
semakin banyak, pencurian semakin meningkat, kriminalitas semakin merajalela dan lain sebagainya
Berangkat dari persoalan-persoalan yang terjadi pada masyarakat tersebut maka persoalan
serius ini harus disikapi melalui upaya-upaya yang strategis, taktis serta tindakan – tidakan konkrit
yang harus dilakukan dengan memberdayakan / mencerahkan masyarakat untuk menciptakan
lapangan pekerjaan kreatif guna memperoleh pendapatan dalam peningkatan ekonomi berbasis
kerakyatan yang mandiri sehingga dapat membangun diri dan desanya yang sejahterah dengan
mempertimbangkan nilai – nilai ekologi dan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta berbudaya
luhur kegotong royongan.

Diera kekinian ini bermunculan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan tidak sedikit BUMDES
yang belum berhasil secara maksimal mensejahterahkan masyarakatnya itu disebabkan karean

  1. Memilih ide bisnis yang sembarangan
  2. Tidak sedikit BUMDesa hanya ikut-ikutan atau mengadopsi dalam memilih ide bisnis missal
    memilih bisnis yang sudah ketat persaingannya, sudah jenuh pasarnya atau memilih ide
    hanya karena sudah punya produknya / potensinya
  3. Kegagalan dalam mengakses sumber daya yang sebenarnya sudah tersedia tetapi tidak tahu
    cara mengakses sumber daya (Potensi) tersebut
  4. Tidak bekerja cerdas dan tidak bertindak secara efektif tidak mampu mengelola bisnis dengan
    baik dan benar mulai dari penempatan sumber daya manusianya ,masalah
    keuangan,produksi,kualitas dan masalah pangsa pasarnya dan yang lebih fatal lagi bersaing
    tetapi kalah bersaing.
    Untuk mengatsi permasalahan pengangguran, masyarakat berharap ada BUMDesa yang mampu
    meningkatkan dan pemberdayaan ekonomi kreatif yang pada akhirnya menambah pendapatan
    keluarga yang memacu pengurangan angka kemiskinan dan pelestarian lingkungan hidup yang
    berkelanjutan.
    Ada banyak peluang-peluang bisnis atau membuka lapangan pekerjaan sendiri namun harus jeli
    untuk menagkap peluang tersebut. Boleh kita mengadopsi dari berbagai tempat untuk dijadikan
    bisnis tetapi tidak harus dipraktekan, kita harus berinovasi cerdas menyesuaikan dengan potensi
    yang dimiliki.
    Lakukan kajian usaha bentuk sebuah tim atau partner kerja dan analisa lebih dalam mengenai
    track recordnya pastikan ia memiliki pengalaman atau minimal pernah berperan dalam bidang
    bisnis tersebut sehingga mampu menjawab keluan-keluan masalah pengangguran tersebut diatas.

REDAKSI