Peran Ekonomi Kreatif Bagi Kreativitas Karang Taruna

Mojokerto – NGORO – centralberita.id – Seminar Sehari dengan tema ” PERAN EKONOMI KREATIF & KREATIVITAS BAGI KARTAR” dilakukan oleh Ngoro Bangkit Ber~Aksi (NBB). Minggu (22/12/2019).

Terobosan akhir tahun dan menyongsong awal tahun 2020 , NBB siap bersaing dalam pengembangan ekonomi kerakyatan yang ter-arah dalam membangun wilayah Mojokerto dan menuju Go Internatioal. Pemanfaatan serta bersih lingkungan dalam Pengelolaan Sampah, NBB berharap agar membuka lapangan kerja baru dalam meningkatkan Taraf Hidup masyarakat menuju perekonomian desa yang lebih sejahtera.
Ketua Karang Taruna Remaja Bakti Desa
Purwojati ” Lulut Setyawan” dalam sambutanya mengajak generasi muda lebih peduli dan punya gagasan kedepan untuk pengelolaan sampah sehingga tempat Pembuangan Sampah terpadu yang ada didesa betul – betul dimanfaatkan sebagai pencetak uang yang pada akhirnya menciptakan lapangan pekerjaan baru.


Disambung oleh sambutan dari Kepala Desa ” Sugeng Hariyanto “, saya berterima kasih banyak kepada pemuda atau karang taruna desa Purwojati yang juga ikut andil besar memajukan desa, untuk itu
saya berharap dengan adanya pelatihan ini karang Taruna bisa mandiri dan bisa menjadi pengusaha sukses dengan pengelolaan sampah,bahkan lebih maju dan bermartabat. Paparnya.

Dalam kesempatan yang sama dalam sambutanya Ketua BPD juga berterima kasih kepada karang taruna dan yang hadir disini, terima kasih juga kepada kedua nara sumber Mas Opie Dan Mas Sanad dari lembaga Ngoro Bangkit Ber~Aksi perlu diketahui juga bahwa banyak peluang bisnis yang belum ditangkap oleh generasi muda kenapa…? apakah karena generasi muda ini tidak tahu atau tidak peduli atau bahkan cenderung masa bodoh .

Diera 80an 90an itu banyak pemuda berharap menjadi pegawai negeri dengan hidup mapan bayaran, libur digaji tetapi sekarang dijaman melenial ini generasi muda harus ber-inovasi membuat sesuatu produk yang bisa dijadikan icon andalan.
Selanjutnya disampaikan oleh Mas Sanad Mengapa Sampah menjadi Issue Hangat ?
Baik dikota maupun dipelosok desa sampah menjadi momok yang sangat membahayakan untuk kesehatan serta lingkungan. Pengelolaan sampah dan limbah sudah diatur oleh dalam undang –undang no 17 tahun 2009.
Pengertian sampah secara teori adalah Sisa –Sisa Akhir / Bahan atau Barang yang terbuang atau dibuang yang Belum Punya Nilai Ekonomis yang berasal dari proses produksi baik industri,rumah tangga,ditopang dengan Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap pemanfa’atan dan pengelolaan sampah Sehingga Tanpa Disadari Pinggir Jalan, Parit, Sungai Bahkan Lahan Milik Orang Dipakai Untuk Membuang Sampah Yang Akhirnya Berdampak Pada Kesehatan Lingkungan. 

Akan tetapi kalau kita berprilaku bijak terhadap sampah dan dikelola dengan benar kenali jenis sampahnya, pisahkan sampah sesuai jenisnya, salurkan sampah sesuai peruntukannya maka sampah tersebut akan mempunyai nilai positif antara lain bisa mengangkat derajat berkehidupan, bisa menyelamatkan lingkungan hidup dari ancaman bahaya sampah, bisa membangun kepedulian antar sesama dan diinovasi menjadi lapangan pekerjaan sebagai sumber pendapatan. Perihal tersebut memang perlu perhatian dan dukungan khusus dari pihak terkait untuk sosialisasi,pendidikan dan pembinaan yang terus menerus tanpa henti. Di era keterbatasan lapangan pekerjaan seperti saat ini, anak mudah membutuhkan bekal berupa keterampilan (soft skill) agar mampu berdaya saing salah satunya memiliki keterampilan berinovasi dalam kewirausahaan (entrepreneurship). 

Kunjungan ke TPA Timbulrejo Mas Opie telah menjelaskan dengan detail bagaimana pengelolaan sampah langsung habis. Karena sampah yang dari warga masih tercampur antara sampah kering dan sampah basah (Organik dan An organik) maka diperlukan satu sistem untuk pemilahan dilokasi pembuangan akhir dan dipisah atau digolongkan sesuai jenisnya sehingga sampah bisa dikelola dengan didaur ulang dengan cara masing-masing sampah harus ada pemilahan,pengumpulan,pemrosesan dan pembuatan produk, semisal sampah basah bisa dijadikan kompos atau pupuk organik yang sampah kering (plastik) bisa dikelolah jadi kerajinan atau bahkan jadi material bahan bangunan (paving dari sampah plastik) dengan demikian maka sampah mempunyai nilai manfaat. 

Lanjut oleh Mas” Sanad “,Mengelolah sampah agar memiliki nilai guna memang tidak semua orang mau melakukannya karena sampah dianggap kotor,menjijikan,sarang penyakit dll. Tetapi kalau sampah itu kita anggap sebagia barang bernilai maka peluang inilah yang dapat anda coba dirumah sendiri sebagai ajang kreatifitas .

Peserta pelatihan diskusi di TPA Timbulrejo Nampak hadir Direktur NBB dan anggotanya serta Ketua BPD Ds. Purowojati pengelolaan sampah organic dan anorganik,Contoh sederhana yang bisa dilakukan dirumah masing-masing , misalnya penerapan dengan pola 5 R antara lain :

1. RINGKAS : Membedahkan barang yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang yang tidak diperlukan.

 2. RAPI : menentukan tata letak yang tertata rapi, terstruktur,teratur sehingga muda menemukan barang yg diperlukan .

3. RESIK : Bebas dari sampah kotoran dan benda asing untuk memperoleh tempat yang lebih bersih sehat, nyaman dan aman 

4. RAWAT : Menjaga atau memelihara kondisi lingkungan tetap terjaga dari masuknya sampah sehingga lingkungan tetap rapi dan bersih dengan baik.

 5. RAJIN : Pola sikap Melakukan sesuatu yang benar sebagai kebiasaan untuk menjaga dan merawat kondisi yang baik , Nah melalui kegiatan seminar dan pelatihan ini diharapkan akan muncul ide gagasan dan produk yang lebih unggul dan menarik dalam segala hal, yang terukur dan dikombinasikan dengan pemikiran serta semangat positif yang dapat mengubah desanya menjadi yang lebih maju, tentunya disertai dengan mutu kualitas yang bisa dibanggakan, tetap semangat jangan pernah berhenti bermimpi dan jangan pernah berhenti berusaha. Selamat menjadi pemuda yang Kreatif dan Inovatif di lingkungannya dengan bertindak lokal berfikir global.

BYE NGORO BANGKIT BERAKSI

( Redaksi )