PT.KAA Penipu, Pembeli Tanah Kavling Dusun Bangsri Sukodono Minta Dikembalikan

SURABAYA – Centralberita.id – Sekitar 60 orang mengatasnamakan pembeli kavling tanah di dusun Bangsri Kecamatan Sukodono Sidoarjo berkumpul di mall Marvell city Surabaya melakukan konsolidasi bersama kuasa hukumnya Agus Syahid Mabruri, SH., bersama rekannya dari kantor Syahid dan Partners beralamat di Intiland Tower Suite level 3 Jalan Panglima Sudirman no. 101-103 Surabaya dan Perumahan Kahuripan Nirwana Blok B no.11 Sidoarjo. Minggu (12/1/2020) sekitar,13.30 Wib.
Dalam kesempatan itu, Agus Syahid Mabruri, SH., Mengatakan bahwa tim kuasa hukumnya mendapat amanah dari para korban yang menamakan dirinya pembeli kavling tanah di dusun Bangsri kecamatan Sukodono Sidoarjo.
“Bahwa user-user ini membeli perkavling tanah dengan harga Rp.70 juta sampai Rp. 80 juta dari PT Kejora Alam Asri (PT.KAA) dan PT Ganesha Jaya Abadi.

Kavling ini sudah dibayar lunas, tetapi PT KAA tidak merealisasikan ke absahanya dan tidak memberikan hak-haknya kepada klien kami,” ungkap Agus.
“Kami selaku kuasa hukumnya sudah berupaya menempuh jalur hukum, diantaranya adalah upaya pelaporan pidana penipuan penggelapan di Polres Sidoarjo, tapi ternyata hingga saat sekarang ini, menurut kami masih belum maksimal penanganan perkara.

Setelah ini kami bukan hanya melaporkan perkara itu ke pindana saja, tetapi kami juga akan melakukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Sidoarjo,” ungkapnya.
“Hari ini kawan-kawan pemberi kuasa dari korban penjualan tanah kavling di daerah Bangsri menuntut hak-haknya. Intinya hari ini kami memberikan suport dan melakukan konsolidasi untuk aksi. Sebenarnya hari ini mereka mengajak datang bersama-sama ke polres Sidoarjo,tetapi kita masih mempercayai proses penegakan hukum pidana di Polres Sidoarjo, dan Alhamdulillah hari ini para user menyadari bahwa kita serahkan ke proses hukum,” tambahnya.
Dan harapan mereka semua, proses ini bisa berjalan maksimal, bisa memberikan keadilan bagi mereka bahkan Informasi yang disampaikan kepada kami diduga yang ditipu itu banyak, bahkan lebih dari 130 orang, untuk sementara yang memberi kuasa hukum pada saya untuk melakukan penanganan perkara ada sekitar 59 orang, bahkan ada satu orang yang mengambil 2 kavling,” ungkap Agus.
Terkait tanda terima yang didapat dari user, Agus menjelaskan, “User dikasih tanda terima lunas, juga ada perjanjian jual beli, memang masih dibawah tangan, tetapi di waarmerking sama notaris Ariska sekitar bulan Agustus tahun 2019,” pungkas Agus.

Dikesempatan yang sama ketua paguyuban bernama Tri menjelaskan, “Korban dari pembelian tanah kavling di tahun 2017 itu dijanjikan akan dilakukan pengerukan tahun 2018 tapi tidak ada. Pada saat itu kita bareng-bareng datang kesana ternyata memang tidak terjadi, akhirnya kita membentuk paguyuban. Sudah ada pelaporan dan semua diserahkan ke kuasa hukum kami,” ungkap Tri

Kami akan terus berupaya menempuh jalur hukum guna hak user terpenuhi dan biar ada efek jera dan menjadikan contoh tauladan bagi pengembang lain

( Redaksi )