Ingin Nikmati Jajan Rondo..?, Datang Saja Ke Desa Manggir-Rogojampi-Banyuwangi

BANYUWANGI – centralberita.id -Indonesia punya ragam kekayaan kuliner yang seperti tak ada habisnya untuk digali dan ditelusuri. Misalnya saja beragam kue tradisional yang lebih sering disebut jajanan pasar.

Berbicara tentang jajanan pasar tradisional khas Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Kudapan khas yang kerap kali dijual di pasar akan selalu punya banyak peminat. Bahkan, di era media sosial dan teknologi, jajanan pasar justru makin lestari. Kali ini mari kita kupas Pasar Jajanan Tradisional ‘Rondo’ yang pernah di Louching Rabo, 11 Desember 2019 kemarin di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Pasar jajanan tradisional di mangir ini sangat unik, yaitu jajanan ‘Rondo’, sebelumnya saya selaku media yang meliput bertanya tanya, apakah yang menjual jajanan ini statusnya Rondo (janda) semua?
Alhasil ternyata salah besar. ‘Rondo’ adalah kepanjangan dari ‘Riko Ono Ngendi Baen Dadi Wong Osing’ , Luar biasa bukan?

Giat yang diadakan 2 minggu sekali, di sore hari ini sangat memancing minat masyarakat yang datang, bagaimana tidak, dengan di kemas apik dan unik giat ini sangat menarik pengunjung yang nota bane juga dari tetangga desa.
Seperti yang di sampaikan Ketua Panitia HPPS (Himpunan Pemuda Peduli Seni) Desa Mangir Al Arif Ilmuan, beberapa waktu yg lalu.
“Giat ini kami kemas dengan sederhana tapi menarik, tidak mengurangi nilai ndesone, ini akan menjadi ciri khas dari Jajanan Tradisional Rondo di Desa mangir, ” ungkap Wawan dengan senyum yang sumringah penuh semangat.

Tampak hadir di giat Jajanan Tradisional Rondo yang ke dua kalinya ini, Kepala Desa Mangir Sholeh, Togamas Desa Mangir dan beberapa Budayawan dan Seniman yang lagi menikmati kopi khas Desa mangir. Di sela sela asik ngobrol coro Osing ini, saya selaku media memanfaatkan situasi untuk menemuinya.

“Jadi jajanan pasar atau jajanan tradisional ini masih banyak diminati, karena bukan hanya harganya yang terjangkau saja, tapi rasanya juga enak dan jenisnya yang beragam. Rasanya lebih otentik dan sulit ditemui di jajanan atau kue-kue inovasi terbaru dan modern, ” Ungkap Sholeh dengan tegas.

Getuk, Serabi, klepon, Cenil, Onde Onde, Lemper, Bikang, Apem, Kucur adalah sebagian jajanan yang di pasarkan. Alunan alat musik Angklung, thethek, Terbangan, mengiringi giat tersebut dengan di pandu oleh pembawa acara yang nota bene wong Oseng deles (Oseng Medhok). Dengan cara itulah sehingga sangat mempermudah interaksi ke masyarakat yang hadir dan menyumbangkan suaranya untuk menyanyi, stand up komedi, bercerita dan lain lain.

Sampai giat ini berakhir, tepat jam 23.00 WIB Semua dagangan Ludes tidak tersisa sama sekali. Alhasil semua pedagang sangat bersuka ria dan tambah bersemangat untuk dua minghu yang akan datang. (Oni)