Dokter RS.Fatimah,” BINTARI”Lurug PEMDES Kalirejo” Dengan Tidak Sopan

BANYUWANGI ,centralberita.id – Kejadian yang sangat tidak di inginkan bisa menimpa siapa saja,Sudah jatuh terkena tangga pula. Kali ini kejadiannya berada di salah satu desa di Kecamatan Kabat, yaitu Pemerintahan Desa Kalirejo, Kec. Kabat, Banyuwangi.

Tepatnya kejadian ini di Hari Senin (27/1/20), salah satu Oknum Dokter yang masih praktek aktif di salah satu Rumah Sakit Fatimah Banyuwangi. Menurut kesaksian perangkat desa yang tidak mau di sebutin namanya ini, Oknum Dokter yang tidak lain adalah Dokter Bintari ini datang melabrak dan ngamuk di Kantor Desa Kalirejo.

Dokter yang masih aktif tugas di Rumah Sakit Fatimah ini marah2 sambil menggerak2 kan tangannya, seolah2 pemerintahan desa yang bersalah dengan adanya di temukannya tumpukan sampah yang sudah di timbuni bertahun2 beberapa waktu yang lalu. Ada tanah kosong milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), yang letaknya tepat di sebrang jalan di depan Rumah Sakit Fatimah.

Kedatangan Dokter Bintari ini adalah dengan tujuan menyalahkan pihak Pemerintahan Kalirejo dengan adanya tumpukan sampah, adanya asap pembakaran yang masuk ke RS. Dengan sangat marah Bintari sampai lupa diri kalau dirinya itu adalah seorang dokter yang harus ramah dan selalu sabar dalam menghadapi siapapun.

Setelah beberapa saat, Kades Kalirejo Eva Kristian Elti S.pd menemui Bintari. Suasana tegang menyelimuti perdebatan sengit di siang itu. Satu demi satu apa yang di sampaikan Bintari yang selalu menyalahkan Pemdes di dengarkan oleh Kades Kalirejo Eva yang terkenal tegas, kenceng, dan murah senyum tersebut. Pada akhirnya Eva pun menjawab dengan jawaban sesuai dengan apa yang ada.

Perbuatan yang tidak pantas dan tidak etis yang di lakukan Bintari sangat membuat hati karyawan semua penghuni Pemdes Kalirejo, tidak terkecuali Suami Eva yang tidak lain adalah Ayah kandung dari Artis Danang. Suami Eva sangat marah besar, sehingga berniat akan melaporkan kejadian yang memalukan tersebut.

Karena tidak kuar menahan amukan Bintari, maka Eva menjelaskan dengan gamblang apa yg terjadi dan kapan kejadiannya. Karena di pikir Eva ternyata Bintari ini tidak tau kalau kejadian pembakaran dan di temukannya tumpukan sampah yang di prediksi sudah bertahun2 ini sudah selesai dan dengan kondusif tanggal 11/1/20 kemarin.

“Hal ini tidak layak di lakukan oleh seorang Dokter ternama di Rumah Sakit Fatimah lo, tidak beretika sama sekali, sampai2 memarah2 i karyawan saya. Saya sangat kecewa dan akan kami laporkan secepatnya,” ujar ibunya Danang ini, sambil menahan marah.

Tambahnya Eva lagi, Bintari ini adalah seorang Dokter yang tidak dekat dengan bawahannya, buktinya dengan adanya kejadian lalu tanggal 10/1/20 baru di ungkit2 tanggal 27 kemarin.
“Yo wes kadaluarsa kejadiannya, karena Pemdes Kalirejo dan pihak Dinas Lingkungan Hidup sudah menyelesaikan dengan cepat dan rapi, bahkan kami kasih plang dan tulisan dan juga menutup jalan ke TKP, ” tambah Eva.

Sampai berita ini di buat Pihak Eva dan Suami akan melaporkan Bintari ke pihak terkait, karena di rasa sudah mencemarkan nama baik dan membuat hati semua karyawan Pemdes tidak nyaman. (Oni)