Di Tangan Komisi III DPRD Kab.Mojokerto…Nasib Warga Desa Lebak Jabung Tutup Galian C Masih Ngambang.

Mojokerto – centralberita.id – Nasib aspirasi warga desa Lebak Jabung kecamatan Jatirejo kabupaten Mojokerto yang menginginkan agar usaha Tambang Galian Golongan C yang ada di desa Lebak Jabung ( CV.Sumber Rejeki) ditutup masih saja mengambang di tangan Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto.
Permintaan warga agar usaha tambang galian golongan C tersebut karena meresahkan dan merugikan masyarakat serta merusak lingkungan hidup. Akibat adanya usaha tambang itu air menjadi keruh, saluran irigasi pertanian putus, dikhawatirkan terjadi tanah longsor, jalan menjadi rusak dan licin berlumpur membahayakan pengguna jalan.
Sebelum menutup Rapat Koordinasi Terkait Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Galian Golongan C di Desa Lebak Jabung Rabu,(12/02/2020) jam 13.00 Wib. Pimpinan Sidang H.Arif Winarko, SH mengatakan : “Bapak, Ibu sekalian terima kasih banyak Dan banyak masukan terkait permasalahan yang ada di desa Lebak Jabung. Saya tidak harus menyimpulkan hasil rapat ini”.
“Akan tetapi kami bersama-sama dengan Komisi III akan melakukan tela’ah terhadap masukan-masukan terkait permasalahan yang ada di desa Lebak Jabung”, sambung Arif Winarko.
Memang Komisi III DPRD Kabupaten Mojokero telah memenuhi janjinya ketika mengadakan Rapat Koordinasi terkait dampak kerusakan lingkungan akibat adanya usaha Tambang Galian Golongan C bertempat di Balai Desa Lebak Jabung pada Senin,(10 /02/2020 )pagi hari. Salah satu hasil rapat Komisi III akan membawa aspirasi Warga Desa Jabung dalam Rapat dengan mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas ESDM, Lingkungan Hidup, Inspektur Pertambangan, Bupati, Kapolres, Dandim, Danrem, Dinas PUPR, DLH, Satpol PP, Kepala Desa Lebak Jabung dan BPD pada hari Rabu,(12/02/2020).

Hadir dalam Rapat Koordinasi di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto,Pimpinan dan para anggota Komisi III DPRD, Ahmad Makmur R dan Daryanto dari Dinas ESDM Pemprov Jatim, Sandi Agus R dan Frans Boy dari Inspektur Tambang Pemprov Jatim, Didik Khusnul Yakin KDLH, Bambang Purwanto Kadis PUPR, Sampirno dari Satpol PP, Aminsun Camat Jatirejo, Arif Rahman Kades Lebak Jabung, Harma Kabagops Polres Mojokerto, Benny Irawan Pasi Intel Kodim, Teguh W Kasie Intel Korem, Suroso, Aditya Pratama dan A. Teguh dari DPMPTSP Pemkab.Mojokerto.
Banyak masukan dari para peserta rapat. Dinas ESDM Pemprov Jawa Timur menyampaikan bahwa terkait IUP OP CV.Sumber Rejeki dan CV. Rizqi Abadi telah keluar sejak tahun 2018. Jadi ijin kedua CV tersebut tidak ada masalah. Legal dan telah memenuhi persyaratan dan procedure sebagaimana mestinya.
Inspektur tambang meyampaikan bahwa belum menjadwalkan melakukan inspeksi ke usaha tambang yang ada di desa Lebak Jabung terkait adanya dugaan pelanggaran teknis penambangan. Mengenai apakah kegiatan tambang itu telah melanggar teknik penambangan ukurannya dapat dilihat pada dokumen teknis pertambangan dan juga tertera pada Dokumen IUP OP.
Ketika sesi wawancara Arif Winarko ketika ditanya oleh awak media : “Bagaimana nasib aspirasi warga desa Jabung terkait permasalahan kerusakan lingkungan akibat adanya tambang galian C ?” Arif Winarko menjawab : “ Yang namanya aspirasi warga masyarakat ya tetap kita tindak lanjuti. Akan tetapi menutup usaha tambang yang sudah punya legalitas tidak semudah membalik tangan. Komisi III akan melakukan langkah-langkah teknis dan penelaahan serta terus melakukan koordinasi dahulu untuk kemudian meninjau ulang ijinnya”.
Ketika ditanya wartawan :”Satpol PP menyatakan bahwa usaha tambang yang sudah punya ijin, bisa ditutup sementara atau dibatalkan ijinnya. Kalau memang telah melanggar ketentuan-ketentuan teknik pertambangan. Yang penting ada fakta hukum pelanggaran tersebut, kemudian diajukan kepada pihak yang berwenang”. Ketika rapat koordinasi di Balai Desa Lebak Jabung Senin yang lalu.

“Ya benar, kalau memang begitu pernyataan dari Satpol PP. Maka kami akan panggil Satpol PP untuk mendengar sampai sejauh mana kebenarannya”, punkas Arif Winarko.
Dalam rapat koordinasi tersebut terkuak bahwa diluar agenda Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto, telah ada sebelumnya rapat-rapat yang diadakan oleh Satpol PP Pemprov Jawa Timur. Terakhir rapat koordinasi tanggal 30 Januari 2020 telah berhasil mengambil keputusan terkait permasalahan tambang galian golongan C di desa Lebak Jabung. Dan sebenarnya dianggap telah selesai permasalahannya.
Ada 4 point kesimpulan hasil rapat koordinasi waktu itu. Pertama Usaha Tambang CV.Sumber Rejeki yang ada di desa Lebak Jabung telah memiliki legalitasnya. Kedua Kepala Desa Lebak Jabung diminta menjaga kodusivitas warganya agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Ketiga Kepala Desa diminta untuk memberikan pemahaman kepada warganya yang berangkat ke Jakarta bahwa CV.Sumber Rejeki telah memenuhi legalitas. Keempat Bapak Pohan selaku Direktur CV.Sumber Rejeki siap memfasilitasi permintaan warga yang merasa dirugikan terkait kompensasi dan yang ke Desa.
Kesimpulan tersebut telah ditandatangan oleh kepala desa Lebak Jabung dan pimpinan Instansi-instansi yang banyak hadir. Dan telah dilaporkan ke Pemprov Jawa Timur oleh Satpol PP Provinsi Jawa Timur. ( REDAKSI)