10 Kursi PKB Di DPRD Mojokerto Jadi Magnet Bagi Pendaftar Bacabup – Bacawabup

Foto : Paslon IKBAR ( Ikfina-Barra ) mendaftar di Panitia Pejaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati

Mojokerto – PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan PKPU nomor 18 Tahun 2019 :
Pasal 5 :
(1) KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota menetapkan persyaratan pencalonan untuk Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, dengan Keputusan KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota sebelum pengumuman pendaftaran Pasangan Calon.
(2) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yaitu Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang memperoleh paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25% (dua puluh lima persen) dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terakhir di daerah yang bersangkutan.
Oleh karena jumlah kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto sebanyak 50 Kuri. Maka untuk bisa maju dalam Pilkada Mojokerto 2020, pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati yang melalui jalur Partai Politik harus diusung oleh Partai atau Gabungan Partai dengan jumlah kursi paling sedikit 20 % X 50 kursi = 10 kursi.
PKB Kabupaten mempunyai kursi di DPRD Kabupaten sebanyak 10 kursi. Jadi hanya dengan lewat PKB saja, Paslon Bupati-Wakil Bupati sudah bisa melaju maju ikut Pilkada Mojokerto 2020. Tidak perlu repot-repot mengejar rekom dari beberapa partai.
Inilah yang menjadi magnet atau daya tarik para bakal calon Bupati dan wakil bupati menyerbu Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Mojokerto 2020 DPC PKB yang berkantor di kantor DPC PKB jalan Raya Jabon, Mojoanyar, untuk mendaftarkan diri dengan mengambil blangko formulir pendaftaran.
Tak tanggung-tanggung hari pertama pendaftaran saja, yaitu Senin tanggal 17 Februari 2020 datang mendaftarkan diri 8 orang Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.
Hari Kedua Selasa, 18 Februari 2020 datang mendaftar seorang Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.
Rahu, 19 Februari 2020 hari ketiga datang mendaftar 2 orang Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.
Hari Keempat, Kamis 20 Februari 2020 datang seorang pendaftar Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati. Jadi sampai dengan hari keempat sudah ada sebanyak 11 orang pendaftar Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.
Mereka yang mendaftarkan diri di hari pertama sesuai dengan urutan kedatangannya adalah :
1. Purwo Santoso, yang datang perwakilannya Sdr. Agus Pribadi dan Nur Rochmad.
2. H.Kusnan Hariadi, SH, AMd, G
3. Hj.dr.Ikfina Fahmawati, MSi ( Bacabup Paslon IKBAR)
4. Muhammad Al-Barra, Lc, Mhum (Bacawabup Paslon IKBR).
5. Wahyu Haminarko, SPd, MSc , yang datang perwakilannya Sdr.Gatot Winarno.
6. Edy Purnomo.
7. Drs.Yoko Priyono, MSi, yang datang perwakilannya Sdr. M.Mauludi Irwin.
8. H.Pungkasiadi, SH

Mereka yang mendaftarkan diri hari dihari kedua :
H. Ayub Daniel Aqso, SE., MSi.

Mereka yang mendaftarkan diri hari dihari ketiga :
1. H.Anton Fatkhurrahman
2. Muhammad Afif

Mereka yang mendaftarkan diri hari dihari keempat :
Muhammad Al-Amin Ranuwiharja, Sip. (Gus Amin).

Ketika Ikfina Fahmawati dimintai keterangan. Bahwa terkait kedatangannya bersama Gus Barra bertujuan untuk mengambil formulir pendaftaran di DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Dan mengharapkan rekom turun dari PKB untuk IKBAR.
“Secepatnya, begitu kita menyelesaikan semua pengisian dan melengkapi persyaratannya akan segera dikembalikan. Bismillah, kita harus selalu optimis. Yang sudah kita lakukan tahapannya yang sudah membuka pendaftaran secara resmi, ada PPP, Golkar dan ini secara resmi partai ketiga yakni PKB,” jelasnya istri mantan Bupati Mojokerto MKP.

Sedangkan Pungkasiadi menegaskan, ia hanya mengambil satu formulir pendaftaran untuk kandidat cabup saja. Berbeda dengan kandidat lain yang sudah bersamaan dengan wakilnya. Sementara, calon wakilnya, hingga kini masih buram. Ketika ditanya tentang wakilnya ? “Saya berharap dari PKB,’’ jawan Pungkasiadi.
Tegasnya Pung, saat ini ia masih belum memiliki calon wakil bupati. Karena, proses penggodokan di timnya, masih terus berlangsung. ’’Masih cair (mencair). Lihat saja nanti seperti apa PKB,’’ ujarnya.
Di tempat pendaftaran, Kades Pesanggrahan, Muhammad Afif menegaskan, dirinya maju dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto karena belum adanya keterwakilan kaum muda, khususnya dari kalangan kades dan Nahdlatul Ulama (NU).
Selain sebagai kades, Afif merupakan pengurus PCNU yakni menduduki posisi sebagai Wakil Bendahara 4 dan bendahara Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Mojokerto. Bukan hanya gertak sambal, Afif mendaftar melalui PKB itu bukan tanpa kalkulasi politik.
Bagi Afif, selama proses penjaringan calon kandidat di Pilkada Mojokerto belum ada keterwakilan dari kaum muda. Sehingga dirinya tergerak berangkat mewakili kaum muda millenial.
Meskipun di tingkat AKD Kecamatan Kutorejo, belum ada membahas terkait agenda politik khususnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto 2020. ”Semua berangkat dari keyakinan,” ujar kades Pesanggrahan ini.
Disinggung soal misi mendaftar di PKB, Afif mengaku menjalankan keterwakilan dari kepala desa. ”Apa yang menjadi aspirasi dan program rekan-rekan di desa ini akan saya aplikasikan di visi misi. Secara detail, visi misi nanti akan kita godok bersama tim,” ujarnya.
Lain halnya dengan Gus Amin. Gus Amin usai menerima formulir pendaftaran mengatakan : “Saya optimis rekom PKB akan jatuh ketangan saya. Karena saya disamping kader PKB sebagai anggota Dewan Syuro, Saya juga kader tulen NU yang selama ini ngopeni beberapa pengajian Warga NU termasuk Kajian Ahadan. Bukankah DPC PKB mengutamakan Kader NU dan PKB?”
Ditanya tujuannya mendaftar Calon Bupati. “ Saya ingin mensejahterakan rakyat Mojokerto, yang merupakan perintah agama Islam”, jawab gus Amin.
“Saya akan mewujudkan otonomi daerah dengan sebenar-benarnya. Karena saya pernah dilatih oleh USAID selama satu bulan bersama para sarjana, professor dan Doktor terkait OTODA. Saya mendapat predikat sebagai peserta dengan tingkat berfikir paling cepat”, sabung gus amin yang juga seorang tokoh LSM Mojokerto.
Terkait kesiapan financial. Gus Amin mengatakan “ Insyaallah ada, bukankah Tuhan Allah Swt Maha Kaya ?” Salah seorang pendukungnya mengatakan bahwa financial untuk Gus Amin nyalon Bupati berasal dari Bos Minyak Jakarta. “Pokoknya gus Amin lolos maju Pilkada, maka urusan financial ada ditangan saya”, kata seorang pendukung Gus Amin yang enggan disebut namanya,
Nampaknya dari sekian banyak pendaftar yang datang. Yang paling siap dan mantab adalah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati IKBAR ( Ikfina-Barra ) yang tidak lain adalah Pasangan Calon Ikfina Fahmawati dan Gus Muhmmadi Al-Barra. Karena IKBARlah yang datang berpasangan dan datang sendiri tidak melalui utusan atau perwakilan.
Yang lain banyak yang datang dengan diwakilkan atau melalui utusan. Sedangkan yang datang sendiri banyak yang tidak punya wakil bupati.
Banyak yang memprediksi bahwa rekom PKB akan jatuh ke IKBAR. Karema pasangan ini dinilai memiliki popularitas bagus, elektabilitas tinggi dan finansal yang gede dan telah siap.
Muhammad Toyib, Sekretaris Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati DPC PKB Kabupaten Mojokerto, mengatakan, penjaringan dibuka mulai tanggal 17 sampai 23 Februari 2020.
“Untuk Pengembalian Formulir Pendaftran yang telah diisi tanggal 23 s/d 29 Februari 2020,” pungasnya.
Masih kata Toyib: “Bahwa DPC PKB hanya melakukan penjaringan dan pemberkasan saja. Sedangkan fit and proper tes dilakukan oleh DPP PKB di Jakarta. Dan penerbitan Rekom juga hak dari DPP PKB. Kami tidak punya hak apa-apa “.( KAY/RED)