Menata Budaya Membangun Bangsa..Visi Drs.Kartiwi,Budayawan Yang Maju Pilbup Mojokerto 2020 Lewat PKB

Foto : Drs.Kartiwi menerima formulir pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil
Bupati dari Khusnun Wakil Ketua DPC PKB Mojokerto.(21/2/2020)

Mojokerto – Sampai dengan hari ke 6 Sabtu, 22 Februari 2020, pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilbup Mojokerto 2020. Panitia Penjaringan DPC PKB Kabupaten Mojokerto telah berhasil menjaring Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati sebanyak 14 orang bakal calon.
Pada hari ke 5 Jum’at dan ke 6 Sabtu, telah terjaring 3 orang Bakal Calon. Mereka adalah Sunarto HS, SE, Drs.Kartiwi dan Drs.Imron Rosyadi, SH, MH.
Drs.Kartiwi budayawan dan aktivis LSM ternama Kabupaten Mojokerto, hadir menemui Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Mojokerto 2020 DPC PKB di kantornya Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jum’at 21 Februari 2020 sekitar jam 15.30 Wib.
Diterima anggota panitia Aris dan ditanya maksud serta tujuan kehadirannya, kemudian Drs. Kartiwi diminta mengisi daftar hadir. Setelah itu diteruskan mengisi daftar tanda terima formulir pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati. Dalam daftar hadir tertulis jika tujuan kehadirannya adalah mendaftar mengambil formulir Bakal Calon Wakil Bupati.
Memang maksud kehadiran pak Kartiwi menemui Panitia Penjaringan adalah mendaftar diri sebagai Bakal Calon Bupati. Dengan tujuan ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pilkada Mojokerto tahun 2010.
“Ikut berpartisipasi politik sebagai warga negara masyarakat Mojokerto dalam demokrasi Pilkada mendatang”, jawab Kartiwi ketika ditanya apa tujuan kedatangannya.
Ketika ditanya niatnya mencalonkan diri sebagai Calon Bupati atau Calon Wakil Bupati. Kartiwi menjawab : “Sebenarnya niat pertama bukan bupati sejak awal Wakil Bupati bukan Bupati. Karena tahu diri eksistensi dan potensi bahwa M1 itu dana gede, wakil saja”.
Drs.Kartiwi yang sudah terkenal dan banyak makan garam malang melintang di dunia budaya dan Lembaga Swadaya Masyarakat Kabupaten Mojokerto punya maksud dan tujuannya mencalonkan diri sebagai wakil bupati Mojokerto. Maksud dan tujuannya adalah mensinergikan antara agama dan budaya yang sejauh ini tetap dipertentangkan baik dalam tataran wacana maupun dalam praktek sehari-hari. Membuka kesadaran utuh kepada para Kyai, Alim Ulama, Tokoh Budayawan, Politikus bahkan untuk duduk bersama sejajar dalam kedaulatan Mojokerto.
Menyangkut visi dalam pencalonannya Kartiwi yang berdomisili di Perum Griya Permata Asri Blok K-1 Pekukuhan Mojoksari mengatakan bahwa visinya :”Menata Budaya Membangun Bangsa didahului dari Mojokerto”.
Sedangkan Misi pokoknya “Mengembalikan citra Mojokerto menuju nilai historisme yang adiluhung sebagai pewaris beliau-beliau pendahulu kita”, kata Kartiwi.
Memilih lewat PKB menurut keterangan pak Kartiwi, karena dilhami oleh dirinya sebagai pengagum Alm Gus Dur karena kehebatan pemikirannya tentang kebangsaaan. Dan Alm Gus Durlah yang kemudian mendirikan PKB. Kartiwi sempat menyampaikan kepada panitia semoga arwah alm Gus Dur menyertainya dalam pencalonannya. Dan yaqin akan membawa berkah dan kebaikan dalam pencalonannya.
Pak ada yang nyeletuk bahwa pak Kartiwi mendaftar bacawabup ini setelah mendapat dawuh. Bagaimana pak ? “ Yang namanya celetuk itu boleh-boleh saja, kita menghormati ruang bicara. Tapi untuk saya tidak ada itu”, jawab Kartiwi.
Didalam persaingan yang ketat karena banyak calon dalam merebut rekom PKB. Kartiwi optimis rekom PKB akan jatuh ketangannya. Walau kansnya sangat berat tapi tetap percaya diri dan yaqin. “Kalau yaqin ya 100% dapat, kalau prediksi terserah para pengamat”, kata Kartiwi.(Kay/Redaksi)