Pengusaha Dan Akademisi,”Drs.H.Imron Rosyadi,SH.MH” Maju PILBUB” Lewat PKB Mojokerto

Foto : Penyerahan Formulir Pendaftaran dari Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Mojokerto 2020 DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Tampak dari Kiri ke Kanan H.Sunarto Timses , Mulyadi Timses, Fatkhur Panitia, Drs.H.Imron Rosyadi, SH, MH bakal calon Bupati, M.Thoyib, SH Panitia, Aris Panitia dan Imam Syafi’I Timses. (22/2/2020).

Mojokerto – Hadir di tempat Pendaftaran Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Pilkada 2020 DPC PKB Kabupaten Mojokerto Jalan Raya Jabon, Mojoanyar selatan terminal Kertajaya Mojokerto, Sabtu, 22 Februari 2020 jam 11.00 Wib. Tampak Drs.H.Imron Rosyadi, SH, MH tampak sosok yang matang dan PD datang didampingi beberapa orang pendukungnya atau timsesnya.
Drs. H. Imron Rosyadi, SH, MH sosok akademisi (dosen) dan seorang pengusaha yang memiliki usaha jual beli mobil, Show Roomnya yang megah berada di jalan raya Gayaman Mojoanyar depan Rumah Makan Dewi Sri. Mengaku saat ini sebagai kandidat Doktor bidang hukum di UIN Surabaya, dan telah selesai menulis 4 buku tentang ekonomi seri Wira Usaha Kreatif.
Running atau maju dalam Pilkada Mojokerto 2020 ini, Drs.H.Imron Rosyadi , SH,MH karena sudah bosan mendengar penawaran perubahan yang sering muncul dari para calon Bupati dan Wakil Bupati selama ini hanya berhenti pada lisan atau wacana saja. Beliau ingin mewujudkan sebuah perubahan yang berisi, bermakna dan ada dalam kenyataannya.
“ Niat yang tulus dari hati Saya. Kalau Allah mengijinkan dan menijabahi saya jadi Bupati. Mengadakan perubahan dan sebagai pemimpin yang bersih itu kayak apa ? Tidak sekedar retorika saja, tapi menjadi implikasi dan aplikasi nantinya. Itu menjadi obsesi saya sebagai tanggung jawab warga Negara dan sekaligus warga masyarakat Mojokerto di wilayah Indonesia”, jelas Imron.
Visi pokok yang dicanangkan Imron jika menjadi Bupati adalah “Menjadikan kemajuan di bidang pembangunan, ekonomi dan social budaya”. Sedangkan misi pada garis besarnya adalah “ Mengedepankan tentang kosep keadilan dan keterbukaan di dalam menjalankan birokrasi”.
Ketika ditanya bagaimana prospek mendapatkan rekom dari DPP PKB karena persaingan begitu ketat ? Imron mejawab : “ Kalau prospek itu nanti kita jalanilah, saya belum bisa mengandai-andai sekarang dan itu nanti akan sesuai dengan prosedur-prosedur yang ada”.
Imron tetap optimis dapat meraih rekom PKB dan terpilih menjadi Bupati Mojokerto dalam Pilbup nantinya. Karena masing-masing orang punya keyakinan sendiri-sendiri. Partai dan masyarakatlah yang akan menilai. Mana sosok bakal calon Bupati yang terbaik. Elektabilitas tinggi dan mempunyai nilai jual yang melawan.
Mengenai tiga bupati terdahulu telah dicokok KPK. Imron berpendapat sebaiknya tidak hanya sampai kepada menyenangkan masyarakat dengan keberhasilan pembangunan saja. Akan tetapi pimpinan birokrat harus mengerti dan memahami undang-undang yang telah mengatur tentang kejahatan korporasi atau korupsi bersama dan tidak melanggarnya. Jika tidak tentunya akan jadi konyol.
“Good Goverment itu adalah sebagai seorang subyek hukum, penegak hukum dan sekaligus menjadi apratur sipil Negara yang bersih dan berwibawa”, pungkas Imron.
Setelah sesi penyerahan formulir pendaftaran, foto bersama dan wawancara, sejenak kemudian Imron dan para pendampinya pamit meninggalkan tempat.(Kay)