5 Tersangka Berkeliaran Bebas…Akankah Status Tersangka Menjadi Terpidana…?

MOJOKERTO – Setelah ditetapkannya 5 tersangka oleh Polres Mojokerto, Dumping pembuang limbah B3 di tempat bekas galian c di desa Kecapangan,Kecamatan Ngoro Mojokerto masih berkeliaran bebas .
Dari penelusuran kru media centralberita bersama Ormas Laskar Merah Putih Mojokerto,tak akhyal lagi
Transaksi pembuangan limbah B3 ternyata sangat menggiurkan bagi pelaku transportir dan oknum mafia pembuang limbah.

Perusahaan produksi yang akan membuang limbah harus mengeluarkan kocek ratusan juta rupiah untuk bisa mengeluarkannya.
Perjalanan kasus pembuangan limbah B3 Kecapangan ngoro ini sangat menarik untuk di sikapi pihak penegak hukum.

Misteri siapa yang akan jadi penghuni hotel prodeo,masih menuggu kinerja profesional pihak kepolisian Republik Indonesia.
Agus P.ST ketua Laskar Merah Putih Mojokerto menegaskan
POLRI harus bertindak tegas dengan kasus limbah Kecapangan Ngoro,kalau pelaku pembuangan limbah tidak sesuai dengan ketentuan hukum ,maka pihak POLRI harus menangkap dan penjarakan oknum mafianya.

Hasan Abidin ketua RW.05 Dusun Kecapangan dalam keterangannya melalui WhastApp ( WA) ,beliau akan kumpulkan warga untuk lakukan aksi ,karena sampai saat ini masih misterius ,ucapnya ketika di konfirmasi wartawan central berita.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima menjelaskan ,bahwa sudah ditetapkannya tersangka setelah adanya gelar perkara pada hari Jum’at (7/2/20)


Namun sampai sampai saat ini kasus tersebut masih menyimpan misteri….?

Akankah pelaku pembuangan limbah akan di tangkap…? , bahkan sebaliknya berkeliaran bebas….?

Adapun ke 5 tersangka sebagai berikut :

Zainul Arifin (46 Th),asal Manduro Manggung Gajah,Kecamatan Ngoro, Suparman ( 59 Th) asal Betro Kecamatan Kemlagi Mojokerto selaku ko’ordinator lapangan.

Sementara 3 tersangka lainnya adalah sopir truk pengangkut limbah B3 dari PT.Tenang Jaya Sejahtera, Muchlisin (47) warga desa Keboan Kecamatan Ngusikan Jombang, Armanurohim (28) asal Ngimbangan Mojosari serta Moh.Basuki (35) asal Kutamekar,Kecamatan Ciampel Karawang .

Bahkan yang lebih menariknya lagi,ada upaya untuk merubah data dan upaya penghilangan bukti manivest .
Dari bukti percakapan via handphone antara, Gunawan yang di telpon Yayak dengan durasi 05.40 menit itu sempat muncul nama Trisna serta Tulus ,pemilik transporter PT.Tenang Jaya Sejahtera dan oknum aparat penegak hukum.

Dari bahasa percakapan Yayak meminta Gunawan untuk melobi Trisna agar bisa dikondisikan untuk menetralisir permasalahan.

Dari keterangan yang dihimpun wartawan central berita, Zainul di bohongi oleh suparman dengan mengatakan bahwa limbah yang akan dibuang dilahannya sudah resmi,karena pembuangan awal sudah di buang di karawang.
Dari hasil pembuangan itu Zainul menerima keuntungan Rp 750.000 dari setiap dump truck limbah B3 yang dibuang di lahannya.

Dari Ketiga sopir PT TJS pun membuang limbah sludge kertas yang mereka angkut dari pabrik kertas PT Adiprima Suraprinta di Desa Sumengko, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik ke lahan milik Zainul.

Seharusnya limbah B3 itu dibawa ke perusahaan pengolah, pengumpul dan pemanfaat limbah B3 PT Triguna Pratama Abadi.

Mereka dijerat dengan Pasal 102 UU nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juncto pasal 55 KUHP juncto pasal 64 KUHP dan atau pasal 104 UU nomor 32 tahun 2009 juncto pasal 55 KUHP juncto pasal 64 KUHP.

Ancaman hukumannya maksimal 3 tahun penjara dan denda maksimal Rp 3 miliar.

(REDAKSI )