Ayub Daniel Aqso Putra Mantan Bupati Mojokerto Berharap Berangkat Pilkada Lewat PKB

Foto : Penyerahan Berkas Pendafranan Bacbup Ayub Daniel Aqsom, SE, MSi ke Panitia Penjaingan DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Dari kiri ke kanan Gus Mad Penasehat Spiritual, Daniel menyerahkan berkas, M.Thoyib, SH panitia menerima berkas pendaftaran, Fatkhur panitia, Adi Rudianto LO, Mas Aris panitia. (28/2/2020).

Mojokerto – centralberita.id – H.Ayub Daniel Aqso, SE., MSi putera Mantan Bupati Mojokerto era 70an H. Mahmoed Ibnu Zain mengembalikan atau menyetorkan berkas pendaftaran Balon Bupati Pilkada Mojokerto 2020 ke Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupai dan Wakil Bupati DPC PKB Kabupaten Mojokerto pada Jum’at, 28 Februari 2020 sekitar jam 14.00 Wib.
Kedatangan Daniel beserta LO, seorang Kyai dan keluarga serta para pendukungnya disambut oleh beberapa anggota Panitia Penjaringan diantaranya M.Thoyyib, SH, Fatkhur dan Mas Aris. Duduk di meja panitia Daniel didampingi oleh LOnya And Rudianto dan Gus Mad dari Bojonegoro.
Seperti yang disampaikan Daniel bahwa maksud kedatangannya di Kantor Panitia ini adalah mengembalikan berkas pendaftaran . “Saya mau mengembalikan berkas, dalam rangka mendaftarkan diri sebagai bakal calon di PKB dengan beberapa Tim. Dan saya berharap semoga saya bisa berangkat dari PKB”, kata Daniel.
“PKB ini kebetulan punya 10 kursi (di DPRD Kab.Mojokerto.red) sebetulnya tanpa koalisi (dengan partai lain. red) sudah bisa berangkat sendiri. Harapan kami bisa mendapat dukungan dari seluruh elemen yang ada di PKB. Termasuk didalamnya organisasi-organisasi”, sambung Daniel.
Ketika ditanya apa yang menarik beliau mendatar di PKB ? “ Kalau saya melihat di Kabupaten Mojokerto ini banyak orang-orang NU. Dimana sebagian besar orang-orang NU ini banyak masuk menjadi anggota PKB. Tentunya ini berdampak positif bagi PKB (calon yang lewat PKB.red). Dan harapan kami bisa berangkat lewat PKB ini mendapat restu dari pada para alim ulama dan tokoh-tokoh tentunya yang berazaskan Islam”, lanjut Daniel.
Terkait penjaringan yang dilakukan oleh PKB ini non mahar alias tanpa bayar. Daniel melihatnya sangat menarik. Karena PKB ini memang dalam menjalan visi dan misinya sangat murni. PKB ini punya potensi yang besar. Pertama karena PKB ini punya masa yang besar, tentunya jaminan akan mendapat suara besar dalam Pilkada nantinya mejadi kenyataan. Kedua karena non mahar sehingga costnya rendah. Hal inilah yang banyak menarik minat dan respon luar biasa dari masyarakat terutama para bakal calon untuk maju berangkat lewat PKB.
“Saya berharap ikut berpartisipasi dalam rangka mendapatkan rekom dari PKB. Karena saya melihat tujuannya baik yaitu untuk kemaslahatan bangsa”, ujar Daniel.
Daniel mencalonkan sebagai Bacabup. Dan masalah Bacawabupnya sudah ada, nanti kalau sudah dapat rekom maka Bacawabupnya akan dimunculnya yang tentunya disesuaikan degan kebutuhan masyarakat Mojokerto. Sekarang Bacawabubnya masih disembunyikan sudah ada beberapa dan pada saatnya nanti akan dimunculkan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Daniel punya back ground pernah menjadi PNS, dan sekarang sebagai Ketua Yayasan Asah Terampil, Pembina Yayasan Bakti Zain yang bergerak dalam bidang pendidikan. Beliau juga orang MUI dan orang NU.
Mencalonkan ini diantaranya sebetulnya berangkat dari amanah, diharapkan ada keluarga anak turun H.Mahmoed Zain yang bisa meneruskan perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat Mojokerto. Banyak para tokoh yang datang kepada bapak dan Ibu beliau memintanya ada penerus Mahmoed Zain. Akhirnya dipilih saya untuk mengemban amanah dimaksud.
Apa cita-citanya jika terpilih menjadi Bupati Mojokerto, Daniel mengatakan : “ Melakukan perubahan dengan membawa Mojokerto ini MANDIRI. Artinya maju, dinamis dan berdikari. Dengan Mojokerto yang baru, yang jauh lebih baik dari kemarin”, terang Daniel.
Tentang persoalan pokok yang ada di Mojokerto. Menurut Daniel adalah terciptanya Ekonomi Kerakyatan dan terwujudnya pemerintahan yang lebih bersih serta bebas dari korupsi seperti yang sudah tertuang dalam visi dan misinya.
Tekait kegiatan atau gerakan untuk pemenangan, Daniel mengaku sudah ada, telah membentuk tim-tim dan relawan dll, tapi secara silent atau diam-diam. Seperti air mengalir yang akhirnya sampai tujuan. “Yang penting silent tapi bisa mencapat tujuan” pungkas Daniel. ( Kay )