Oknum Polisi Ngamuk ,” Ancam Bunuh Wartawan POKJA POLDA JATIM “

Mojokerto, centralberita.id –
Lagi lagi nama Kepolisan Republik Indonesia tercemar akibat ulah oknum polisi berinisial BK, Oknum anggota ini bertugas di Polsek Trawas Mojokerto Jawa Timur. Ironisnya perlakuan arogan tersebut menimpa kepada salah satu Mitra Polda Jatim yang berprofesi sebagai Jurnalist.

Berawal dari sebuah masalah yang melibatkan Oknum berpangkat Bripka ini,tersandung sebuah kasus dan terlibat dalam sebuah permainan peredaran narkoba jenis sabu.
Pada saat kasus tersebut telah ditangani oleh Kapolres Sidoarjo beberapa bulan yang lalu.

Munculnya nama oknum BK ini berawal saat ada tangkapan yang diduga pengguna narkoba oleh Polres Sidoarjo, dan setelah dilakukan pendalaman nama Oknum BK adalah diduga sebagai bandar barang haram tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh awak media kepada Kasat Reskoba,Kompol.Indra Najib mengatakan, bahwa yang bersangkutan sedang di proses oleh pihak penyidik.

“Sudah saya panggil oknum BK untuk dimintai keterangan sebagai saksi, namun sampai saat ini belum memenuhi panggilan,” ujar Indra kepada awak media.

Guna untuk mendapatkan keseimbangan sebuah pemberitaan tersebut, maka sejumlah awak media (Rabu 11/3/2020) mendatangi Mapolsek Trawas guna mendapatkan informasi lebih lanjut terkait pemanggilan oleh Kasat Reskoba.

Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, saat rombongan awak media ini baru saja tiba di Mapolsek Trawas, tiba tiba oknum yang bersangkutan BK keluar dari ruangan dan tiba-tiba dengan nada marah sekaligus geram, menghina profesi wartawan dengan ujaran kasar.

“Kamu Wartawan anjing !!!, Saya bunuh kamu !!!,” ujar oknum BK.

Bahkan tidak sampai disitu, oknum tersebut hendak memukul salah satu wartawan yang bernama Bayu Indarto dari media elektronik Infopol.co.id /infopol.News ,yang juga merupakan salah satu media kelompok kerja Humas Polda Jatim.

Untungnya saat kejadian tersebut, sempat dilerai oleh Kanit Reskrim Polsek Trawas Ipda Muh Bambang. Hingga akhirnya oknum BK tidak sempat memukul dan hanya bisa melontarkan ujaran kebencian dan pengancaman.

Merasa nyawanya terancam, Bayu segera melaporkan kejadian ini kepada Kapolres Mojokerto AKBP Feby Hutagalung terkait pangancaman terhadap dirinya. Apalagi Bayu datang dengan itikad baik dengan menggunakan kode etik jurnalistik secara benar.

Saat di Mapolres Mojokerto, kedatangan Bayu dkk diterima dengan baik kemudian diterima oleh Kasi Propam.

Bayu sebagai korban penghinaan dan pengancaman tersebut sangat menyayangkan apalagi oknum BK adalah seorang aparatur negara dibawah naungan Perkapolri No 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi kepolisian negara Republik Indonesia, yang seharusnya polisi itu harus melindungi, mengayomi, dan mengamankan.

Namun hal ini sangat bertentangan terhadap apa yang dilakukan oknum BK tersebut, apalagi Bayu seorang jurnalis yang dilindungi oleh Undang Undang Pers No 40 tahun 1999.

( By.Redaksi )