Warga Ender Kecamatan Pangenan Kesulitan Air Bersih, Protes Sumur Bor Milik Indofood

CIREBON – centralberita.id – Merasa kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari – hari saat dimusim penghujan, yang diduga disebabkan oleh sumur bor milik PT. Indofood yang dibuka dan diaktifkan kembali, puluhan Warga Ender akhirnya mendatangi kantor Desa Setempat, guna adakan audensi dengan pihak terkait, Selasa (10/3/2020).

Pertemuan yang dilaksanakan dikantor Kuwu Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, dimulai sekitar pukul 9’00 WIB, sampai dengan pukul 12 ’00 WIB, dihadiri oleh perwakilan PT Indofood H. Imam sebagai Humas dan Aldi sebagai Wakil HRD, disaksikan oleh pihak Desa dan Muspika kecamatan Pangenan.

Dari hasil pertemuan tersebut warga meminta agar sumur bor milik PT. Indofood segera ditutup kembali sehingga bor atau mesin pompa air yang tersebar disekitar 72 rumah warga yang susah mengeluarkan air bisa mengalir kembali dan bisa dinikmati tanpa mengeluarkan uang seperakpun.

Kemudian setelah selesai audensi dikantor kuwu, pihak indofood bersama kuwu Ender dan perangkat desa berserta muspika mendatangi salah satu rumah warga yang ada di Dusun 01 dan 02, untuk mengecek apakah benar air di rumah mereka tidak mengalir. Dari pantauan Media langsung di lokasi terlihat saat dilakukan pengecekan pompa air di rumah Yati dan Tursinah dusun 1 airnya tidak mengalir saat dinyalakan mesin pompa tersebut.

Menurut Ratinah warga Desa Ender Dusun 01, saat diwawancara mengatakan.” Harapan saya yang terpenting air bisa keluar aja, terserah gimana caranya karena air bersih itu adalah salah kebutuhan pokok sehari – hari.” kata Ratinah

Hal yang sama juga disampaikan oleh 2 pendatang yang sudah lama ngontrak disalah satu rumah warga di Desa Ender Dusun 01, yang tidak mau disebutkan namanya, dia berkata kejadian susah mendapatkan dan keluarnya air pake mesin pompa itu awal bulan februari 2020, karena susahnya mendapatkan air untuk mandi dia sampai mandi di pom bensin dan bayar.

“Saya kalau mau mandi sampai pergi ke pom bensin dan bayar, kalau engga setiap hujan saya taro ember setelah penuh bisa buat mandi dan yang lainnya, begitu juga warga disini saya yakin ada yang dari pagi sampai siang hari atau sore hari mereka belum mandi, nah logikanya yang anehnya sekarang kan musim hujan, banyak air yang jatuh ke tanah, harusnya tidak susuah mendapatkan air, malah daerah lain aja ada yang kelebihan air, ko ini mah malah sebaliknya, terus kalau tidak salah sebelum ada sumur bor di indofood dibangun tidak pernah kesulitan mendapatkan air bersih seperti sekarang dimusim hujan ini,” kata dia.

Selanjutnya Camat Pangenan Bambang Setiadi saat diwawancara media mengatakan, ini baru ada dugaan, bahwa warga yang kurang maksimal atau ada juga yang sama sekali tidak mendapatkan air bersih itu akibat dari berdirinya pabrik indofood, sehingga kita sama – sama, berkumpul untuk adakan audensi antara warga dan pihak indofood yang disaksikan oleh pihak Desa dan muspika, kemudian kita sudah ambil kesimpulan untuk sementara dari tiga sumur milik indofood, yang dua sumurnya untuk ditutup dulu, jadi hanya satu sumur yang bisa beroprasi.”ujar Bambang

“Setelah kita sama-sama cek ke lapangan kita ambil sempel 10% dari jumlah 72 rumah yang memiliki sumur bor baik didusun satu dan dua, memang kriterianya berbeda-beda ada pompanya yang tidak nyala, ada juga yang nyala tapi airnya tidak bisa naik, kedalamanya kurang dan lainnya, maka nanti dari pihak indofood bekerja sama dengan pemerintah desa akan mengecek semua dan secara bertahap untuk melayani dan membantu warga yang sumurnya ada masalah seperti yang tadi sudah disebutkan,” kata Bambang.

Kemudian Bambang Setiadi menambahkan, nanti akan mau adakan program yang diberi nama kopi morning

“Kita juga nanti ada program Kopi morning dengan temen – temen yang memiliki dibidang usaha lain, yang ada di wilayah Ender dan Kecamatan Pangenan, kita akan cek semuanya kita duduk bersama, karena kita juga tidak boleh menjust PT. Indofood aja karena diwilayah sini selain indofood juga ada yang menggunakan air bor bawah tanah,” ungkap camat. ( Nurhari )