Baktiono : Jangan Main Gusur Pemukiman Warga Kalisari Damen

Surabaya, Centralberita.id- Menindaklanjuti setelah dilakukan Hearing oleh anggota DPRD Kota Surabaya Komisi C bersama warga Kalisari Damen dan Warga Kalisari Damen Gang Makam, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo Surabaya Pada Tanggal 10 Maret 2020 akhirnya Anggota Dewan DPRD Komisi C yang diketuai Baktiono melakukan Sidak langsung di Pemukiman Warga Kalisari Damen, Senin (16/3/2020) Pukul 10.00 WIB.

Dalam Keterangannya Kepada Wartawan saat diwawancarai Baktiono Selaku Ketua DPRD Komisi C mengatakan, Bahwa jangan ada penggusuran terhadap Warga Kalisari Damen yang diperkirakan ada 170 KK tersebut.

“Mereka juga masyarakat Surabaya, Mereka punya identitas KTP, Punya KK, Mereka Punya Kartu Indonesia Sehat (KIS), Mereka Punya Kartu Indonesia Pintar (KIP) mereka juga punya BPJS PBI,” Ungkap Baktiono, Saat di Konfirmasi melalui Telepon, Senin (16/3/2020) Pukul 18.00 WIB.

Lebih lanjut Baktiono menjelaskan, Bahwa Warga Kalisari Damen dan Kalisari Damen Gang Makam juga turut andil dan mensukseskan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Gubernur (Pilgub), Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya serta Pemilihan Anggota Dewan baik DPR RI, DPD, DPRD Provinsi serta DPRD Kota Surabaya.

“Pemerintah Surabaya jangan terlalu gegabah dulu melakukan Penggusuran terhadap Pemukiman Warga. Ya dilihat dulu pembuktiannya kalo itu merupakan tanah milik BBWSB.Pokoknya Jangan digusur dulu,” Jelas Baktiono.

Senada apa dengan yang dikatakan Baktiono, Achmad Garad Selaku Ketua LSM Garad saat dilokasi mengatakan kami selaku Kontrol Sosial, untuk saat ini masih melakukan pendalaman terkait data kepemilikan lahan yang diklaim Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB),karena menurut kami diwaktu Hearing yang lalu, Pihak BBWSB telah menunjukkan peta wilayah yang telah menjadi dasar kepemilikan.”Terus terang saja kami menduga ada kejanggalan terkait hal itu,” ujar Achmad Garad saat diwawancarai

Ditambahkannya Achmad Garad Selaku Ketua LSM GARAD menyampaikan, Kedepan kami akan mengkonfirmasi kepada pihak BBWSB atas hal tersebut, Setelah itu akan kami kaji bersama-sama tim hukum dari warga.

“Jika memang ada dugaan unsur melanggar hukum, Ya kami akan melanjutkan hal tersebut supaya ada proses hukum nantinya,” Pungkas Achmad Garad dengan nada optimis saat diwawancarai. (Syah)