KADES Nyeletuk ,” Wartawanpun Terketuk

BANYUWANGI,centralberita – Di tengah-tengah gencarnya Polemik Covid 19, semua elemen masyarakat dan pemerintahan bersinergi untuk memerangi dan menanggulangi agar Kota Banyuwangi terhindar dari wabah yang meresahkan masyarakat.

Ketika konfirmasi terkait Seorang nenek yang sakit dan belum ada penanganan pada saat itu (berita sebelumnya di Centralberita.id) dan bahayanya Covid 19 di Desa Rejo Agung, Kecamatan Srono, Kamis (26/03/20).
Di tengah tengah komunikasi dan konfirmasi yang kami lakukan pagi tadi, Kepala Desa Rejo Agung Shon Aji Pukul 08.30 WIB, kami mendengar celtukan kata kata yang menurut kami sangat menyinggung dan melecehkan para kuli tinta.

Celtukan tersebut, sangat jelas dan terdengar lugas di telinga kami, yang seharusnya tidak sepantasnya di ucapkan oleh seorang kepala des.
“Wes ta lah mbak mbak, timbangane ngeliput masalah seng tegang tegang, mending meliput wong gendeng kae, ” ucap oknum kades Rejo Agung Shon Aji di pagi itu.
(Sudah lah mbak, dari pada meliput masalah yang tegang tegang, mending meliput orang gila itu).

Dari situlah kami wartawan Centralberita.id kaget tidak kepalang, bagaimana tidak rasa yang berkecamuk di dada sangat kuat dan bikin tersinggung kami.

Dengan keadaan tersebut, kami langsung menyelesaikan konfirmasi kami kepada kades tersebut dan mengakhiri giat kami. Setelah itu kades langsung mempercayakan salah satu kadusnya untuk menemani kami dan Shon Aji berlalu begitu saja dan sampai kami beranjak dari tempat tersebut.
Salah satu Aktivis Muda Multitalenta Edi Suprapto biasa di panggil Gus Edi juga ikut menanggapi celotehnya Oknum Kades Lulusan Luar negeri yang bertitle S1 yang sangat melecehkan semua Wartawan.

“Wahhh … ini harus segera di tindak lanjuti, mentang mentang punya title S1 lulusan luar negeri, malah mau menginjak ijak martabat dan marwah wartawan, sampai wartawan
di suruh meliput orang gila, itu kan sudah keterlaluan dan pelecehan, kurang ajar itu namanya, ” Jelas Gus Edi dengan marahnya.

Tambahnya Gus Edi lagi, “Kebangetten, gak pantas kalau seorang kepala desa yang berpendidikan tinggi, sampai mengucap seperti itu terhadap wartawan, itu tidak beretika namanya, ” jelas Gus Edi.
(Oni, Yan, Chan).