Kembali Aksi PETI Di Sintang Buat Ulah

Kembali Aksi Pekerjaan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah perairan Sungai Kapuas membuat ulah. Walaupun sudah dilarang untuk melakukan pekerjaan tambang dari pihak Polres Sintang tetapi aksi ini tetap dilakukan oleh pekerja tambang. Kegiatan PETI tersebut terjadi di wilayah Baning Pantai, Desa Baning Kota.

Tampak terlihat jelas aksi suara mesin yang sangat keras suaranya dilanting-lanting tempat dimana bekerjanya kegiatan PETI tersebut. Ini bisa terlihat oleh seluruh warga disekitar pantai dekat jembatan Melawi.

“Kegiatan ini memang sangat meresahkan warga masyarakat karena sangat berdampak akan pencemaran lingkungan sekitar sungai menjadi kotor. Dan akibat PETI tersebut sangat merugikan orang banyak juga karena berdampak sungai menjadi tercemar,” ungkap salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Dari sumber informasi ini kegiatan PETI di Sintang sudah sering terjadi, dan para penambang PETI tersebut sebelumnya dengan tidak segannya melakukan kegiatan penambangan yang hanya berjarak 20 meter dari Markas Airud Polres Sintang.

“Ini pasti ada pihak yang membekingi, kalau tidak ada yang membekingi, tak mungkin merajalela seperti itu,” kata salah seorang warga Sintang yang tidak mau disebutkan namanya.

Warga tersebut berharap kepada pihak Kepolisian agar bertindak lebih tegas sehingga dampak PETI tersebut bisa segera diatasi.

Menurutnya meskipun para pekerja penambang emas tersebut bekerja hanya untuk mencari makan tetapi seharusnya juga memikirkan akibat dari kegiatan PETI tersebut. (Redaksi Kalbar)