Inilah Komentar HIPABA,” Terkait Ditutupnya Normalisasi Sungai

Banyuwangi,centralberita.id – Kegiatan Normalisasi sungai yang tidak memiliki ijin dan matrial hasil normalisasi yang di komersilkan mendapat sorotan dari Himpunan Pecinta Alam Banyuwangi ( HIPABA ).

Pasca di tutupnya kegiatan normalisasi di beberapa titik oleh satpol PP bersama dinas Pengairan Banyuwangi pada hari selasa (7/4/2020) kemarin menyisakan tanda tanya besar kemana hasil penjualan matrial hasil normalisasi.

Hal itu membuat aktifis pegiat lingkungan yang tergabung Himpunan Pecinta Alam Banyuwangi (HIPABA) saat dikonfirmasi oleh media Centralberita.id, Rohman Hadi P salah satu pengurus HIPABA pada Rabu (8/4/2020)mengatakan kerusakan lingkungan dari dampak normalisasi tersebut dan kerugian negara dari pasir yang di jual menjadi permasalahan.

“Dalam aturanya proyek normalisasi sungai adalah kewenangan pemerintah,dalam pelaksanaan, dibiayai dari anggaran pemerintah dan material hasil normalisasi bisa dipergunakan untuk kepentingan umum.Jika tanpa ijin dan material hasil normalisasi dijual dan hasilnya tidak masuk ke kas negara itu melanggar hukum, ” paparnya

Selain itu Rohman mengatakan HIPABA akan menindak lanjuti permasalahan ini terkait kerugian negara.

” karena sebelum di tutup oleh satpol PP Banyuwangi kegiatan normalisasi ini berjalan, pasir yang dijual itukan merupakan permasalahan yang jelas merugikan negara mengingat keuangan hasil penjualan pasir tidak masuk ke kas negara ini jelas melanggar hukum dan harus Juga diselesaikan secara hukum.” tegasnya. (Oni/ Ris)