Satu Warga Menyumbong Reaktif Covid-19, Jarot Adakan Konferensi Pers

SINTANG (Kalbar), Centralberita.id Informasi yang diterima dari media ini tadi malam sekitar pukul 21:12 WIB mendapat informasi, bahwa ada salah seorang warga Menyumbong  Tengah terinfeksi reaktif Covid-19.

Berdasarkan informasi tersebut Bupati Sintang Jarot Winarno menggelar Konferensi Pers pada Sabtu pagi (18/04/2020) pukul 09:30 WIB yang dilaksanakan di ruang tamu Pendopo Bupati Sintang.

Melalui kesempatan ini Bupati Sintang menyampaikan beberapa hal terkait dengan salah seorang warga berusia 62 tahun yang beralamat di Jalan Dara Juanti Kelurahan Menyumbong Tengah yang saat ini merupakan pasien 04 reaktif Covid-19 yang baru pertama kali terjadi di daerah Sintang.

“Tentu saja kondisi pasien secara umum saya sampaikan pasien ini tiba di rumah sakit umum daerah hari Jumat tanggal 17 April 2020 dengan keluhan tiga hari sesak nafas, batuk dan pilek,” ungkap Jarot kepada awak media dan para tamu undangan yang juga dihadiri Kapolres Sintang, Kadis Kesehatan Sintang, Kepala Rumah Sakit Umum Ade M. Djoen Sintang serta para tamu undangan lainnya.

Jarot juga menjelaskan bahwa pasien tersebut saat dilakukan pemeriksaan medis yaitu dengan cara test cepat dan menunjukkan hasil bahwa pasien reaktif Covid-19.

“Kemudian kita analisa riwayatnya pasien pernah mendapat kunjungan dari anaknya yang datang dari Pontianak tanggal 16 Maret sampai 3 April 2020. Kemudian anak yang tinggal satu rumah dengan seorang pasien laki-laki berumur 30 tahun juga kita lakukan rapid test hasilnya juga reaktif. Kemudian yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri di rumah dibawah pengawasan ketat dan kita klasifikasi Orang Tanpa Gejala,” tambah Jarot.

Bupati Sintang dalam ini juga mengatakan bahwa orang yang berhubungan erat dengan pasien yang diduga Covid-19 merupakan orang yang tidak menimbulkan gejala.

“Pasien kemudian dirawat diruang isolasi khusus di Rumah Sakit Rujukan Ade Moehammad Djoen. Pagi hari ini keadaannya umumnya membaik tetapi masih sesak nafas,” ungkap Jarot kembali.

Jarot juga mengajak agar pasien tersebut didoakan supaya pasien tersebut segera sembuh dan segera menjadi sehat seperti biasanya.

“Yang kedua kita doakan nanti dalam swab tenggorokannya hasilnya juga negatif. Karena rapid test ini untuk menentukan penanganan tetapi efektifitasnya 60 sampai 70 persen dan memerlukan konfirmasi dari swab tenggorokan yang diperiksa,” pungkas Jarot.

Lebih lanjut Bupati Sintang menjelaskan bahwa test swab tenggorokan pasien tersebut akan segera dikirim ke Pontianak hari Senin tanggal 20 April 2020.

“Jadi swab kerongkongannya akan segera kita kirim ke Pontianak. Jadi ingat bahwa yang bersangkutan baru positif atau reaktif dengan menggunakan rapid test atau test cepat ya. Kita memerlukan konfirmasi laboratorium dari Jakarta atau Pontianak. Semoga hasil test dari Pontianak bisa,” tutup Jarot. (Bostang)