TAK TAKUT MATI TERKAPAR…TAPI… TAKUT LAPAR…!??


Banyuwangi, Centralberita.id – TERNYATA hari – hari
ini manusia seisi jagat telah mengalami kepanikan
yang amat dahsyat, dan ketidakpastian yang semakin
tidak bisa dipastikan kepastiannya dalam menghadang sebaran makhluk ‘halus’ bernama CORONA VIRUS.
Sehingga kehirukpikukan manusia di negara-negara seantero dunia tersebut seperti gabah diinteri atau diputar di mesin penggiling.

Berjalan tanpa arah yang pasti dan
berlari juga salah tanpa tujuan.
Tak terkecuali, negeri Indonesia yang jutaan rakyatnya terkenal tangguh dan memiliki kesaktian dalam menghadapi jenis musibah apa pun,ternyata dibuat tak berdaya dan sekarat dengan adanya teror
mematikan virus COVID-19.
FAKTANYA ratusan nyawa bahkan ribuan orang yang positif kemudian meninggal dunia terjangkit virus Corona. Bahkan di negeri ini dari menit ke menit terus bertambah saja sakaratul maut di ujung kematian.
SANGGUPKAH…Para penghuni di negeri ini berpacu melawan lajunya sebaran virus itu….!?
SESEUNGGUHNYA.. Pihak yang paling menderita,kebingungan, kepanikan dan ketidaksiapan atas pandemic Coronavirus tersebut bukan rakyat
yang jumlahnya ratusan juta, itu, tetapi justru para pejabat publik yang bertanggung jawab atas
keselamatan jiwa raga rakyat yang mereka rakyati.

Bukankah hukum tertinggi sebuah negara adalah tentang keselamatan jiwa rakyatnya…?
Sesungguhnya kita tak usah takut berlebihan atau terheran-heran ketika para pamong pemerintahan
di negeri besar ini bekerja ekstra keras menyelamatkan
keselamatan jiwa raga atas rakyatnya yang detik demi detik
terancam nyawanya, dan terancam isi perut sekaligus kelangsungan hidupnya oleh virus Corona,dimana pun mereka berada.

Silakan digaris bawahi bahwa sejatinya watak dan karakter bangsa ini sangat manut, sendiko dhawuh,
atau patuh aturan atas apa pun yang dilarang oleh para pejabat.
Jutaan rakyat negeri ini sesungguhnya manut –
manut saja dengan aturan diberlakukannya darurat kesehatan, lockdown, karantina dan apa pun
namanya. Kemudian jutaan rakyat diteriaki dengan maklumat, himbauan agar mereka tidak keluyuran dan
berkerumun di tempat – tempat umum yang dirasa tidak urgent seperti,kongkow, cangkruan,
dan nggedabrus demi memotong rantai sebaran COVID-19.
Silakan anda untuk tidak percaya pada ratusan juta rakyat di negeri ini,Bahwa dalam kondisi
kedaruratan yang sangat darurat di tengah pusaran wabah COVID-19, mereka hanya berpikir satu titik
saja. Hanya berpikir linier atau satu garis lurus saja.
Mereka hanya..hanya…dan hanya berpikir bahwa pada pagi ini, siang nanti, dan sore harinya,
‘makanan’apa yang bisa mengganjal agar perut mereka agar tidak terkapar kelaparan sembari mendendangkan langgam keroncong (musik keroncong)demi menahan rasa
kelaparan. Makanya, sekali lagi, agar cacing – cacing kremi di
dalam lambung dan usus dua belas jari mereka itu tidak berontak karena tak terisi menu empat sehat lima sempurna, lantaran ada maklumat dilarang mengais
nafkah di luar rumah tetapi dianjurkan agar berkerja (# DI RUMAH SAJA ’karena pasti # AMAN DIRUMAH Dan, kemudian pihak yang baru saja melarang itu sama sekali tidak bertanggung # njawab’ atas
kompensasi dan ‘kompen-NASI’ buat kebutuhan pokok,mulut – mulut menganga selama terkerangkeng di
dalam rumah mereka.
Sekali lagi, mereka sesungguhnya selalu patuh akan aturan main model apa pun dalam konteks pandemic Coronavirus tersebut, asal mereka jangan pernah dijadikan‘barang mainan’oleh mereka yang beraksi nista di tengah pusaran bencana sakaratul maut Corona.
Semoga ter-semogakan agar tidak ada pihak-pihak yang kemudian MARAH,’ jika mereka akan berteriak
lantang bahwa ‘TIDAK PERNAH TAKUT’mati terkapar, tapi hanya TAKUT LAPAR.

SAKARATUL MAUT SESA”AT CORONA …OOOO …CORONAAA

BANYUWANGI 17/4/20 (Oni/Roy/Oma )