POHON JATI Desa Awang Awang Raib Ditebang, DARSONO Akan Lapor POLDA JATIM


FOTO : KAYU JATI Yang Dicuri

Mojokerto ,centralberita.id – Polemik ditebangnya pohon jati yang di tanami sejak tahun 2001 Oleh Darsono ,berbuntut panjang dan rencana akan melapor ke Polda JATIM.

Beginilah kronologi kejadianya : M, Sudarsono 62 Tahun pada hari senin tanggal 23 Desember 2019 sekira pukul 10.00wib melihat pohon jati yang ditanami di Dusun Candirejo Desa Awang Awang Mojosari hilang ditebang orang.

Dengan hilangnya pohon jati miliknya korban melaporkan kejadian tersebut,ke Polsek Mojosari dengan tanda bukti lapor nomor : 04/XII/2019/Jatim/Res MJK/Sek MJS.
Kanit Polsek Mojosari , kepada awak media menjelaskan bahwa dalam penyidikan yang dilakukan masih dalam lidik.
Setelah dalam penyidikan ke yang bersangkutan antara M.Sudarsono
( Pelapor ) dan H.Rudik Purwanto ( Terlapor ) saling Klaim terkait legalitas lahan tersebut.

Kalau memang pelapor ada bukti sertifikat kepemilikan pihak Polsek akan memproses ulang dan untuk sementara masih kurang bukti,ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama M.Darsono meminta pihak polsek harus fair dalam memproses karena pohon jati itu yang menanam saya dan kalau ada yang nebang harus ijin saya ,ini sama halnya dengan pencurian,ungkapnya dengan nada,Geram .
Pernah saya mengajukan ke PTSL untuk melakukan pengurusan ,namun sama pihak Desa di kembalikan.

Dalam keteranganya kepada ORMAS Laskar Merah Putih Mojokerto ,M.Sudarsono ( korban), menceritakan bahwa pohon jati miliknya yang berdiri diatas lahanya dan itu dibuktikan dengan Surat Perjanjian Jual Beli ( SPJB) antara Sutoyo (46 Th) beralamtkan di Desa Awang Awang Kecamatan Mojosari yang juga disebut sebagai pihak pertama dan dijual ke M.Sudarsono (44 Th ) beralamatkan di Dusun Karang Sentul Desa Awang awang tertanggal 22 Januari 2001 seharga 140 Juta.
Selanjutnya diperkuat dengan timbulnya surat pernyataan tukar menukar tanah dari Soetoyo sebagai kuasa dari anggota persatuan bekas gogol dan disaksikan serta di tanda tangani 40 orang seluruh anggotanya tertanggal 27 Agustus 2000.
Pihak pertama diberikan kuasa dari seluruh anggota persatuan bekas gogol Dusun Candirejo atas tanah sawah persil 50.S Luas + 7.925 meter persegi dan tanah sawah persil G1/IIIa luas 11.080 Meter persegi sebagian dari luas 23.537 meter persegi ( kuasa terlampir).
Pihak ke dua di dusun candirejo sawah ganjaran yang tidak produktif seluas 19.009 meter persegi, ungkapnya.

Seharusnya pihak polsek sudah bisa mengunggkap masalah ini ,karena sudah jelas barang bukti sudah ada tapi anehnya kok sampai sekarang jalan ditempat ,tuturnya.

H.Rudik Purwanto Kades Awang awang ketika ditemui wartawan centralberita ,beliau menyangkal dan lahan tersebut masih milik desa dan barang bukti kayu jati yang sudah dipotong masih ada di balai desa.
Dalam keteranganya Ketua Laskar Merah Putih Mojokerto Agus P.ST, terkait pengaduan saudara M Darsono akan saya teruskan dan akan mengawal kasus tersebut dengan audensi ke Polda Jatim .
Karena pohon jati yang ditanam M Sudarsono sudah ditebang dan pihak Kepolisian RI segera menindak dengan tegas agar bisa menjadikan efek jera .
( Redaksi )