Ketika ‘Maling’ Sembunyi Di Balik ‘Dinding’

KEPANIKAN soal teror Coronavirus saja belum reda dan entah hingga kapan tanda – tanda itu akan berakhir, justru kini muncul kepanikan dan kegaduhan baru soal ‘berita’ teror maling yang beraksi di malam hari. Dan, dampak langsung atas semua itu pasti mengusik ketenangan dan kedamaian seluruh warga.

Teror pencuri yang menciptakan kepanikan warga itu benar – benar terjadi setiap waktu beranjak malam di seluruh sudut – sudut desa di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Apakah peristiwa teror tersebut juga terjadi di wilayah kabupaten lain?

Adakah korelasi langsung antara teror Coronavirus itu dengan kegaduhan sosial yang semakin diperkeruh dengan kabar ‘tak jelas’ soal maling yang kabarnya semakin belusukan di kampung – kampung di hampir seluruh sudut desa se – Banyuwangi, itu?

Kenapa hampir setiap malam kampung kami selalu bersiaga satu dan warganya berhunus senjata tajam juga menggenggam  pentungan? Bukankah sebagai rakyat di negeri ini harus dijaga keselamatan, ketentraman, dan kedamaiannya sepanjang malam oleh para petugas Negara agar bisa pulas nyenyak tertidur sembari ngeloni guling?

Kenapa malam – malam milik kami yang selama ini adem ayem tiba – tiba berubah gaduh dan warganya saling curiga antar sesama warga gara – gara terror maling yang sesungguhnya tidak pernah tertangkap siapa maling sesungguhnya itu? Dan, ketika maling itu berhasil ditangkap basah oleh keberingasan warga, kenapa maling itu menjadi ‘orang gila’ ketika diinterogasi?

Benarkah terror maling yang menghantui warga di kampung – kampung itu akibat langsung atau tak langsung atas ‘dijebolnya’ kerangkeng besi penjara atas ratusan ribu nara pidana tersebut agar mereka tidak menjadi episentrum sebaran wabah Coronavirus di negeri ini?

Pastikan bahwa warga di kampung – kampung yang kini mripat mereka mendelik semalaman demi defensifitas menjaga keamanan lingkungan itu tidak butuh analisa dan sebab akibat atas kenapa situasi dan kondisi negeri ini semakin malam semakin tidak aman karena isu maling yang menyusup dan telah mengeruhkan sekaligus mengacak – acak kedamaian itu.

Intinya, kini warga se – Banyuwangi, itu hanya butuh kedamaian, dan ketentraman kepada para pengelola di kabupaten, ini. Warga jangan dibiarkan terpancing dengan isu – isu murahan atas terror maling setiap malam itu. Warga jangan dilepas bertindak sendiri dengan aksi over protective dan over defensive yang ujung – ujungnya bisa menjadi boomerang atas sesuatu yang tidak jelas bongkot – pucuk atau ujung pangkalnya, itu.

Sekali lagi, para pengelola di kabupaten ini jangan hanya ‘di rumah aja’ ketika jutaan warganya tengah panic soal COVID-19, dan kemudian ditambah dengan kepanikan baru, teror maling.

Jika kau memang benar – benar maling semaling – malingnya yang telah mengusik warga sekampung, tunjukkan batang hidungmu. Jangan sembunyi di balik dinding. Adakah yang ‘menciptakan’ dinding – dinding’ itu?  

(Oni/ Roy Enhaer/ Oma).
Centralberita.id
Di Banyuwangi, Jum’ at (01Mei 2020)