Pemberlakuan Jam Malam Diterapkan,” Pemilik Warung Meriang

MOJOKERTO,centralberita.id – Menindak lanjuti surat edaran Bupati Mojokerto,H.Punkasiadi SH. Soal pembatasan jam malam di wilayah penjuru Kabupaten Mojokerto,serentak direspon oleh Pejabat di wilayah Kecamatan beserta jajarannya.
Salah satunya di wilayah Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto ini, Nampak Koramil pungging,Polsek dan Satpol PP melakukan giat Secara rutin diseluruh wilayah pungging.

Pelaksanaan patroli dimulai dari jam 21 00 sampai jam 05.00 wib.yang dimulai sejak selasa tanggal 5/5/2020 hingga 5/6/2020.

Salah satunya di Desa Kembangringgit mulai menerapkan penutupan jalan, dan pemberlakuan penghentian aktifitas jam malam, mulai jam 21:00 wib sampai 05:00.
Penerapan jam malam ini berlaku untuk kafe, warung kopi, toko modern yang wajib tutup pada pukul 21.00 WIB. Sementara apotek diperbolehkan tetap terbuka seperti biasa.

kebijakan jam malam ini adalah kesepakatan dari jajaran Pemerintah pusat Propinsi dan Kabupaten Mojokerto (Forkompimda), setelah adanya kebijakan meliburkan anak sekolah serta melarang warga untuk keluar rumah, berkumpul di tempat keramaian.
Tentu, tutupnya sejumlah warung nasi dan warung kopi serta penjualan makan kaki lima tersebut bukan tanpa resiko.
Otomatis telah memangkas pendapatan masyarakat,untuk asap dapur mereka sehari-hari,Bahkan berisiko dan menguras modal serta terancam tak bisa membayar kebutuhan lain.
Namun sangat disayangkan dengan pemberlakuan jam malam ini hanya setengah hati, karna masih ada warung dan toko modern yang masih beroperasi pada jam tersebut. Menurut pemilik warung yang tidak mau di sebutkan namanya “gak masalah warungku disuruh tutup sesuai aturan tapi jangan tebang pilih, tutup siji tutup kabeh (tidak masalah saya akan tutup sesuai anjuran pemerintah, tapi harus adil tutup satu tutup semua)ucapnya.
Semua itu, untuk memutuskan mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di Mojokerto khususnya. Namun di sisi lain, muncul persoalan yang tak kalah penting.

Bagaimana nasib rakyat kelas bawah, terutama pedagang kecil yang hanya berharap dan bergantung pada pendapatan harian.
( Hariyanto )