Mediasi Ke-2 Terlapor POKMAS Desa Gladak” Terkait ijin ilegal Tambang Pasir Berujung Damai”

BANYUWANGI, Centralberita.id – Laporan dugaan pemalsuan dokumen oleh beberapa warga Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi  nampaknya akan berakhir dengan damai. Hal ini sangat tampak sekali ketika giat mediasi berlangsung hari ini

Hal itu disampaikan oleh Saroni yang dalam hal ini sebagai tokoh masyaralat, Ta’mir Masjid Gladag, sekaligus sebagai Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi PPP yang menaungi Kelompok Masarakat (POKMAS) Desa Gladag sebagai terlapor atas dugaan pemalsuan tanda tangan guna melancarkan penambangan pasir di Sungai Kedung Tuno Desa Gladag, Banyuwangi. 

Saroni Saat di Konfirmasi Awak Media Saat Keluar Dari Ruangan Mediasi TIPIDSUS.

” Ini acara mediasi, insyallah sudah ada titik temu dan saling memaafkan, apalagi ini bulan ramadhan bulan penuh ampunan. “ungkap Sahroni pada senin (12/5/20).

Sementara, Nanang Slamet SH. selaku Kuasa Hukum dari warga Desa Gladag setelah keluar dari ruangan Tindak Pidana Khusus (tipidsus) diwawancarai awak media menyampaikan, bahwa agenda hari ini adalah mediasi kedua, setelah sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan secara komprehensif,” ujarnya

Dalam forum Mediasi sebelumnya, Lanjut Nanang, pihak terlapor telah mengakui secara terbuka atas kesalahannya yaitu dengan memalsukan tanda tangan yang kemudian untuk atas nama pemanfa’atan aset negara.
“hal ini bisa dijadikan pembelajaran bagi masyarakat, bahwa Memalsukan Dokumen Negara itu adalah melanggar aturan pemerintah, dan tidak dibenarkan secara hukum, walaupun hal sepele, apalagi digunakan untuk kejahatan, ” pungkas Nanang dengan tegas.

Diberitakan sebelumnya, dokumen yang dipalsukan tersebut dipergunakan untuk Pengerukan Pasir ilegal yang berdalih normalisasi sungai, namun justru pasir – pasir hasil tambang tersebut diperjual belikan kepada pihak umum untuk kepentingan diri sendiri, ” terang Nanang. (Oni)