Polisi Berondong Residivis Kambuhan Dengan Peluru Hingga Keok

SURABAYA,centralberita.id-Meski beberapa kali keluar masuk penjara, warga Tambak Mayor Gg.1, inisial SF (37), tak membuatnya jera. Buktinya, kini residivis kambuhan asal kelahiran pulau garam itu harus berurusan dengan Polisi lagi. SF yang dikenal sebagai bandit kawakan itu kembali terlibat kasus kejahatan pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah hukum Polrestabes.

Kali ini residivis Curanmor itu keok, saat diringkus Unit TAB Reskrim Polsek Bubutan Polrestabes Surabaya, pimpinan AKP. Oloan Manullang, S.Kom., S.H., M.M., di Jalan Tambak Mayor pada Kamis (14/05/2020) tadi.

Berondongan peluru terpaksa dimuntahkan oleh Polisi pada kedua kaki pelaku. Tindakan tegas dan terukur pun diberikan, lantaran sang bandit sempat melawan untuk berusaha kabur ketika akan ditangkap.

Seketika Polisi memberikan tembakan peringatan ke udara, namun tak digubris oleh pelaku. Tak ingin buruannya lolos, anggota unit TAB Reskrim Polsek Bubutan pun terpaksa mengarahkan moncong pistolnya pada kedua kaki pelaku. Dar..der..dor.. pelaku pun langsung ndelosor.

“Pelaku curanmor ini merupakan residivis kambuhan. Karena sudah beberapa kali keluar masuk penjara. Sekarang ditangkap lagi, karena kembali melakukan aksi Curanmor, saat dimana negara kita menghadapi pandemi Covid-19,” kata Kasatreskrim Polsek Bubutan, AKP Oloan Manullang kepada sinarpos.co.id saat dikonfirmasi, Kamis (14/05/2020)

Adapun kronologis pelaku saat melakukan aksinya yakni dengan cara mengambil kunci kontak sepeda motor dan dua buah Handphone yang ada di dalam rak kaca warung pada saat korbannya tertidur di warungnya.

Kemudian pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban, untungnya di TKP ada sebuah CCTV yang menguatkan aksi kejahatan pelaku SF.

“Berbekal hasil rekaman CCTV, itulah pelaku mudah kami ringkus,” cetus Oloan Manullang.

Tambah Oloan Manullang, dari tangan pelaku, Anggota unit TAB Reskrim Polsek Bubutan berhasil mengamankan STNK sepeda motor dan Dosbook HP serta hasil rekaman CCTV.

“Untuk mempertanggungkan atas perbuatannya kini pelaku harus mendekam lagi di balik jeruji, dan pasal yang kami sangkakan pada pelaku yaitu pasal 363 KUHP,” pungkas Oloan Manullang.

Sumber: Humas Polrestabes Surabaya

Editor: Maksum Af