Pemkot Surabaya Wajib Hentikan PSBB, Dan Negara Kembali Jalankan UUD Karantina Kesehatan Secara Maksimal

Surabaya,centralberita.id- Selasa (19/5/20) Tidak mungkin kita terus menerus melawan corona dengan cara menerapkan PSBB, Karena hanyalah pembatasan sosial gerak manusai dan barang, hak dan kewajiban dalam pelaksanaan perpu tentang PSBB pun sama sama tidak terpenuhi oleh segenap penduduk Indonesia, dan hasilnya sekarang kita semua sudah merasakan dampak keterpurukan ekomoni yang sangat hebat,

Sejak diterapkan PSBB disurabaya pada tanggal 28 april 2020 hingga sekarang, belum ada tanda tanda curva penurunan kasus secara baik,

Paramedis sudah kelelahan,
Banyak orang yang tidak bekerja dan korban PHK, UMKM tidak mampu bertahan karena daya beli masyarakat menurun, perputaran uang cenderung stagnan, ganguan pendidikan nasional juga akan terancam memburuk , murid merindukan kegiatan belajar di sekolah,

bahkan Risma pun sempat melontarkan penyataan bahwa wabah ini adalah ujian paling berat bagi pemimpin,
Ketua DPRD Kota Surabaya juga melontarkan pendapat bahwa Pemerintah Kota Surabaya sudah all out dalam menghadapi wabah ini.
Pemerintah daerah berstatmen seperti itu , bisa saya tafsirkan mereka seakan akan lelah tak tahu cara bagaimana menyerah.

Srategi melawan korona harus di rubah, kampanye hidup lebih sehat harus dijadikan alat dan jalan untuk membatasi penyerangan korona.

Undang undang dan peraturan pemerintah yang membatasi pergerakan ekonomi harus segera diganti agau kembalilah dengan undang undang karantina, agar peraturan protokoler kesehatan bisa diterapkan secara maksimum, contohnya barang siapa yang tidak menjaga kesehatan sesuai standar pemerintah maka diancam pidana, biar prilaku masyarakat akan lebih patuh. Bukankah ini akan lebih mudah karena selama dua bulan ini kita sudah di didik menjaga kesehatan kita.

Jadi menurut saya, kita tak bisa bertahan terus dalam keterpurukan pembatasan gerak kita sendiri dalam mencari nafkah, beribadah, mencari ilmu, dan mengerakkan ekonomi secara wajar,
hanya karena kita melawan korona dengan cara preventif selama ini tidak berjalan. Kita ganti maksa menyerang , melawan corona dengan cara memperkuat imunitas kita sendiri, caranya dengan menjaga kesehatan,

Perusahan wajib memberikan vitamin dan mengurangi jam kerja agar daya tahan tubuh manusia tetap terjaga, kegiatan belajar mengajar tetap di laksanakan dengan ada tambahan mata pelajaran cara menjaga kesehatan, tempat ibadah tetap melaksanakan kegiatan beribadah dengan cara tetap merujuk pada tata cara beribadah dalam kondisi sehat.

Kesimpulannya melawan bukan berarti menyerang, pertanyaan saya , yang dilakukan saat ini adalah menyerang korona dengan cara apa, virusnya diserang secara apa, malah keadaan terbalik , masyarakat saat ini diserang dengan ketakutan tidak bisa mencari nafkah, DPRD Kota Surabaya cobalah fokus berusaha meminta kepada Presiden agar kembali ke undang undang 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan, lalu merumuskan peraturan daerah tentang setiap manusia wajib menjaga kesehatan secara masiv.

Berikan pasal yang menerangkan kewajiban pemerintah untuk menyediakan imun berupa vitamin atau lainnya. Kewajiban setiap masyarkat juga harus dijalankan agar cara ini bisa efektiv membuat virus corona tidak kerasan lagi hidup di negara kita. Semoga segala cara dan upaya kita semua, dalam menghindari dan memutus mata rantai corona segera selesai dan di kabulkan Allah SWT. Amin ya robbal alamin.

Sumber: Samsurin Ketua DPC PBB Kota Surabaya
Editor: Maksum Af