Transporter… 5 Tersangka Limbah Kecapangan NGORO, Lepas Dari Jeratan Hukum,” Kinerja POLRES Dan DISKRIMSUS POLDA Jatim Patut Di Evaluasi


TRANSPOTER DAN 5 TERSANGKA LIMBAH CAPANGAN LEPAS DARI JERATAN HUKUM ,KINERJA POLRES MOJOKERTO DAN DISKRIMSUS POLDA JATIM PATUT DI EVALUASI.

MOJOKERTO – Centralberita.id – Pelaku TRANSPORTER pembuang Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang ke lahan bekas galian C Dusun Kecapangan, Desa Ngoro, Mojokerto, masih misteri.
Usut punya usut ternyata milik PT Sementara tiga dump truk yang digunakan untuk mengangkut limbah tersebut adalah armada milik PT Tenang Jaya Sejahtera dan armada sudah tidak ada dilahan parkir POLRES Mojokerto.

Sampai saat ini Polres Kab.Mojokerto sudah menetapkan tersangka, termasuk sopir dari Dump Truk yang Ketiganya adalah MN (47), warga Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Jombang, MB (35), warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang, serta AR (38), asal Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto.

Dari data yang dihimpun centralberita.id seharusnya Polres Kab.Mojokerto sudah bisa membawa ke meja hijaukan para tersangka .
Dengan tertangkapnya ketiga Sopir dan bukti limbah yang dibuang serta adanya cuitan rekaman percakapan oknum yang akan menghilangkan data manivest pengiriman .

Dengan masih belum adanya proses hukum warga berharap agar pihak POLRI harus segera mengambil sikap dan di kwatirkan dengan kejadian ini bisa merusak citra Kepolisian Republik Indonesia.
Warga berharap KAPOLRI harus segera ambil sikap dengan kasus tersebut .

Selain menguak perusahaan pemilik limbah B3, terbongkarnya dumping ilegal ini juga mengungkapkan keterlibatan PT Tenang Jaya Sejahtera. Perusahaan yang beralamat di Jalan Raya Tarum Barat (TB) KM. 6-7 Kutamekar Ciampel, Karawang, Jawa Barat itu merupakan pemilik tiga armada truk yang digunakan untuk membuang limbah di Ngoro.

Yang menarik, perusahaan transporter limbah ini merupakan induk (group) PT (Pengolahan dan Pemanfaatan) dan pemusnahan limbah B3 itu juga diketahui merupakan induk (group) PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) yang berlokasi di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto
Perkembangan kasus tersebut sampai sekarang masih belum ada tindakan nyata.
Hampir kurang lebih 8 bulan proses hukum masih misteri.

Ada apa dengan Transporter ini …?” Ada apa dengan proses hukum di NKRI …Bahkan dengan tidak adanya proses hukum semakin merajalela ulah Transporter dan oknum mafia Limbah B3, ungkap Ketua Laskar Merah Putih MACAB Mojokerto.

Ada apa dengan Institusi POLRI …?”
Maraknya transporter nakal ,akhir ini merajalela bahkan dari temuan beberapa media dengan beberapa bukti tidak bisa menjerat para aktor mafia limbah.

Seperti yang di tulis media restorasi hukum.com

Hampir sebulan sudah laporan informasi yang disampaikan redaksi media restorasihukum.com kepada Dirkrimsus Polda Jawa Timur Kombes Pol Gideon Arif Setyawan terkait temuan dumping limbah bahan berbahaya dan beracun jenis Ma’jun di wilayah Kecamatan Tapen Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Hal ini bisa menjadikan preseden buruk bagi kinerja Kombes Pol Gideon Arif Setyawan, pasalnya kalau transporter nakal seperti PT PRIA (Putra Restu Ibu Abadi) tidak di proses sesuai dengan aturan hukum, maka pelanggaran yang serupa akan terjadi tanpa mematuhi aturan hukum yang berlaku di negeri tercinta Indonesia.

Hal tersebut bukan tanpa alasan yang membuat PT PRIA akan semakin merajalela untuk merusak lingkungan hidup, sedangkan kasus demi kasus yang pernah menjeratnya belum satupun yang bisa membuat owner menjalani proses sampai ke meja hijau.

Dengan adanya pemberitaan ini diharapkan pihak Polda Jawa Timur akan memberikan komentar dan memproses PT PRIA sesuai dengan pelanggaran yang sudah dilakukan hingga persidangan serta mempublikasikan untuk efek jera bagi pelakunya. (red/tim)