Polda Jatim Berhasil Menangkap Pelaku Pemilik Akun Youtube Ujaran Kebencian

JAWA TIMUR, Centralberita.id Informasi kembali didapat media ini bahwa atas dasar Laporan Polisi Nomor : LPB/156/V/2020/Kalbar/SPKT, tanggal 26 Mei 2020, Unit II Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Kompol Kurniawan Wulandono, SH, MH beserta anggota berhasil menangkap pelaku pemilik akun Youtube ‘Lutfi holy’ dikediamannya hari Kamis subuhtanggal (28/05/2020) pukul 01.00 WIB.

Yang bersangkutan bernama Lutfi Holy berusia 34 Tahun diduga sebagai pelaku tindak pidana informasi dan transaksi elektronik tindak pidana informasi dan transaksi elektronik dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Lutfi Holy berhasil diamankan di Balongsari Krajan III Nomor 109-B RT/RW: 005/007, Kelurahan Balongsari Kecamatan Tandes Kota Surabaya beserta barang bukti berupa 1 unit Handphone Merk Samsung warna hitam type Galaxy J2 Prime Model SM-G532G, Serial R58K54V57AD IMEI Slot 1: 3 57161096878227 dan IMEI slot 2 : 357162096878225 No. SIM Card 089620048789, 1 unit Handphone Merk Vivo warna hitam Model Vivo1606, IMEI 1: 866846032573379 dan IMEI 2 : 866846032573361 No. SIM Card 085648648533 dan 1 unit Handphone Merk Nokia warna hitam biru Model 105 type RM-908, IMEI : 357880/05/386893/5 No. SIM Card 082337396429.

Akibat dari perbuatannya tersebut yang telah mengupload video durasi 10:04 di media sosial chanel dengan nama lutfi holy alamat dengan link https://www.youtube.com/channel/UC41W-1HPU7XZW0VRHcddHmw, dengan judul Dayak harus tahu rajanya dan kerajaannya dimana.

Maka dari itu tersangka akan dikenakankan sanksi dengan Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mapolda Jawa Timur untuk penyidikan lebih lanjut,” ungkap Kompol Kurniawan Wulandono.

Kemudian Unit II Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim juga telah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan, melengkapi mindik dengan meminta pendapat ahli bahasa, ahli ITE, dan ahli hukum pidana, dan berkoordinasi dengan JPU dan gelar perkara naik tersangka. (Tim PK)

Editor: Christian Bostang Hutagaol