Enam Orang Di Melawi Hasil Test VCR Dan SWAB Terkonfirmasi Positif Covid-19

MELAWI (Kalbar), Centralberita.id Bertempat di Rumah Jabatan Ketua DPRD Melawi Senin (01/06/2020) Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Melawi dr. Ahmad Jawahir mengadakan Press Release terkait penambahan 6 orang terkomfirmasi positif hasil test PCR SWAB di Kabupaten Melawi.

Adapun inisial namanya adalah kode PCR 002 seorang pria berdomisili di Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh, kasus kedua kode PCR 003 yang juga seorang pria yang bertempat tinggal di Desa Tembawang Panjang Kecamatan Nanga Pinoh, yang keempat kode PCR 004 yaitu seorang wanita beralamat di Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh, kasus yang kelima dengan kode PCR 005, seorang pria berdomisili di Desa Tembawang Panjang Kecamatan Nanga Pinoh.

“Kasus keenam yaitu kode PCR 006 seorang pria yang berdomisili di Desa Tembawang Panjang Kecamatan Nanga Pinoh dan yang ketujuh dengan kode PCR 007 yaitu seorang wanita berdomisili Desa Tembawang Panjang Kecamatan Nanga Pinoh,” ungkap dr. Ahmad Jawahir.

Keenam orang tersebut yang merupakan orang yang terkomfirmasi positif telah dipastikan menjalani karantina mandiri di tempat tinggalnya masing-masing dan terkontrol oleh petugas Dinas kesehatan.

Dengan adanya kasus tersebut Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Melawi menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Melawi untuk senantiasa mengikuti lima protokol New Normal yaitu bijak menggunakan pelindung diri, seperti menggunakan pelindung diri, seperti menggunakan masker, tutup kepala, kacamata, terutama bila bersama orang lain.

“Juga jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, jaga pola makan yang bersih, sehat dan seimbang, atur waktu bekerja dengan pola istirahat dan rekreasi, perbanyak beribadah dan bersyukur kepada Tuhan serta Bijak dalam mengendalikan emosi,” pungkas dr. Ahmad Jawahir.

Ditambahkannya dengan mengikuti lima protokol New Normal ini, kita tidak hanya sekedar bisa mencegah Covid, tetapi kita bisa hidup lebih bersih, sehat, kuat dan lebih bersemangat serta lebih terbebas dari banyak penyakit. (Supardi Nyot)

Editor: Christian Bostang Hutagaol