Sebanyak 69 WNI Bermasalah Dipulangkan Dari Malaysia Lewat PLBN Entikong

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Pemerintahan Malaysia kembali lagi memulangkan sebanyak 69 (WNI) Warga Negara Indonesia maupun (PMI) Pekerja Migran Indonesia yang bermasalah. Adapun dari 69 orang yang dipulangkan tersebut tentunya yang berasal dari daerah Depo Tahanan Batu Niah yang sudah selesai menjalani proses hukum di negara tetangga yakni Malaysia.

Kemudian dari jumlah 69 orang WNI maupun PMI tersebut ditemukan diberbagai daerah tempat asal diantaranya adalah berasal dari Jawa tengah 5 orang, Jawa Barat 1 orang, Jawa Timur 16 orang, SulSel 6 orang, SulBar 2 orang, SulTeng 1 orang Kalimantan Barat 33 orang,NTB 3 orang, NTT 4 orang,Sumut 1 orang,dan Aceh 1 orang, termasuk 4 orang PMI lagi yang masih dalam Repatriasi yang berasal dari Kal Bar dipulangkan melalui (PLBN) Pos Lintas Batas Negara Entikong Minggu (31/05/2020).

Diyakini bahwa WNI maupun PMI bermasalah hingga di pulangkan dari Negeri tetangga yakni Malaysia,yang mana sudah jelas disitu ada yang tidak memiliki paspor dan ada juga yang sudah mati masa waktu berlakunya paspor atau permitnya.

Dari penelusuran awak media saat di tanyakan salah satu dari (PMI)Pekerja Migran Indonesia bahwa ia sempat ditahan selama 4 bulan karena dituduh mengonsumsi obat terlarang yakni narkoba dan ternyata saat diperiksa oleh para ahli medis tidak terdapat adanya tanda-tanda yang dialaminya bahkan alhasilnya juga menunjukan negatif adanya.

Diperkirakan pada pagi jam 7:30 WIB sesuai dengan aturan yang ada di PLBN Entikong,para PMI yang bermasalah harus mengikuti protokol kesehatan covid-19 terlebih dahulu,terutama yang harus dilakukan dengan penyemprotan cairan disinfetan terhadap barang bawaan milik orang bersangkutan,mencuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh serta diadakan pendataan lebih detail lagi oleh petugas yang berwenang menanganinya.

Reinhatd HP Panjaitan yang sebagai koordinator P4TKI Entikong juga memberikan keterangan yang disampaikannya.

“Bahwa hari ini kami dari P4TKI Entikong bersama anggota Satgas Pemulangan PMI Bermasalah menerima atas pemulangan PMI dari Malaysia sebanyak 69 orang dan semuanya berasal dari Berbagai Daerah diindonesia,” kata Reinhard HP Panjaitan.

Diungkapnya lagi bahwa permasalahan para PMI yang dipulangkan hari ini atas dasar karena mereka menjadi Pekerja Migran Indonesia secara ilegal atau non prosedural serta tidak memiliki dokumen kelengkapan seperti paspor maupun vissa kerja.

Belum usai sampai disitu saja, ditemukan oleh awak media ini, Gilda Ditya Asmara yang mana beliau adalah dokter yang bekerja dikantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak wilayah kerja Entikong, dan juga menyampaikan beberapa informasi.

“Jika nanti para PMI itu sudah sampai dirumahnya masing-masing, maka harus di karantina terlebih dahulu bagi dirinya sendiri selama 14 hari dan ia juga sempat mengucapkan “tolong surat dari Malaysia itu diserahkan kepada RT tempat tinggal kalian masing- masing itu penting sekali, jadi ada bukti bahwa kalian sudah diperiksa oleh tim kesehatan PLBN Entikong,” papar Gilda.

Menurutnya seandainya jika ditemukan adanya para PMI non prisedural seperti gejala- gejala terinfeksi Covid-19 baik itu berupa demam maupun sakit lainya, harus segeralah menghubungi dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut lagi, sekaligus agar segera melakukan kembali Rapid Test tersebut.

Ditambahkannya dengan adanya pemulangan PMI tersebut sudah tentu difasilitasi oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kalimantan Barat yang kemudian akan dibawa ke Dinas Sosial Provinsi Kalbar, sekaligus akan memfasilitasi proses pemulangan ke kampung halamannya masing-masing dengan aman.

Penulis: Fenando.Manurung

Editor: Christian Bostang Hutagaol