Samsat Kenjeran Rugikan Masyarakat, Urus STNK Satu Tahun Belum Selesai


Insert foto: Ipda Shinta saat dikonfirmasi awak media.

SURABAYA, centralberita.id – Didalam kinerjanya pegawai Samsat Kenjeran yang berada di Surabaya Utara Jalan Kedung Cowek dinilai sangat mengecewakan dan merugikan masyarakat. Dimana selain menjamurnya para calo, juga terdapat berkas pengurusan STNK masyarakat yang hilang.

Seperti yang dialami oleh R. yang tinggal didaerah Kalijudan, dimana dirinya telah melakukan pengurusan STNK pada bulan Juni 2019 lalu, melalui calo yang berinisial MJ yang biasa nongkrong di parkiran Samsat. Kenjeran Surabaya Utara dengan sepeda motor Honda GL Neotech Th.1997 Nopol L 27** OS.

“Waktu tiba diparkiran, saya langsung ditawari pengurusan STNK oleh calo MJ dan dua orang rekannya dengan biaya Rp.800.000. Tetapi selang beberapa saat setelah calo tersebut keluar dari ruangan samsat, saya dimintai uang lagi senilai Rp. 400.000. Karena saya tidak bawa uang, keesokan harinya saya menyerahkan uang tersebut,” Kata R kepada awak media.


Foto: Pak Gede (Kanan) Ketika dikonfirmasi tentang STNK yang hilang

Setelah uang senilai Rp. 1.200.000 tersebut diterima oleh calo, R dijanjikan pengurusan STNKnya tersebut selesai dibulan Oktober 2019, tetapi hingga sampai tanggal 08 Juni 2020 STNK tersebut belum selesai juga.

“Saya hanya diberi bukti pembayaran pajak. Ternyata berkas saya yang dibawa calo tersebut hilang atau keselip. Dan pihak Samsat berjanji akan bertanggungjawab menyetaknya lagi pada tanggal 09 Juni 2020,” Ungkapnya.

Selanjutnya beberapa awak media yang mengetahui kejadian tersebut sebagai seorang kontrol sosial mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada Paur Samsat Surabaya Utara, namun ditemui oleh Ipda Shinta (Pamin).


Foto: Calo MJ perantara urus stnk

Saat disinggung tentang keteledoran petugas Samsat, dengan nada tinggi, Ipda Shinta berjanji akan menyelesaikan berkas R yang terselip dengan memerintahkan Pak Gede karena yang menerima berkas tersebut Pak Gede.

“Kalau masalah berkas akan kita selesaikan. Terus mau apalagi. Kalau mau dinaikkan menjadi berita silahkan. Biar pembacanya sama-sama tahu. Dan atasanpun sudah mengerti semua,” ucap Ipda Shinta dengan nada tinggi.

Meskipun Pak Gede yang menerima berkas itu sudah mengakui salah dan ada kata maaf, tapi kinerja petugas Samsat kenjeran Kedung cowek tersebut sudah teledor dan merugikan serta menyalai aturan dalam menjalankan tugasnya sebagai aparatur negara. “Memang Kalau secara pribadi, sudah selesai. Tapi secara prosedural, itu engga banar merugikan masyarakat dan menyalahi peraturan.” Ujar salah satu awak media.

(Tim Zebra)