KJJT Peduli Galang Bantuan Dana Buat Keluarga Wartawan Yang Dikarantina

SURABAYA,centralberita.id – Saat dilaksanakannya Rapidtes Massal oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa timur dan pemerintah kota Surabaya di terminal wisata religi Sunan Ampel di jalan Pegirikan Kec Semampir, Sabtu (06/06/20) salah satu awak media kukuh Setya (30) mengikuti rapidtes dan dinyatakan Reaktif.

Kukuh Setya (30) yang bertempat tinggal di Kalianyar Bongkaran Pabean Cantikan Surabaya yang berprofesi sebagai wartawan di salah satu media online, saat itu menjalani protokoler Rapidtes covid-19, sesaat sebelum melakukan liputan.

Dalam hasil rapidtes tersebut kukuh dinyatakan positif Reaktif oleh tim kesehatan satgas covid-19, bersama rombongan 15 orang yang sama sama Reaktif dibawa ke salah satu hotel untuk dilakukan tindakan lanjutan.

Hingga hari Rabu (10/06/20) Kukuh menyampaikan kepada Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) bahwa dirinya sudah empat hari di isolasi disalah satu hotel di Surabaya.

“Mas..Posisi saya saat ini sedang menjalani isolasi disebuah hotel di Surabaya, Sejak Sabtu 06 Juni 2020 kemarin, sampai saat ini kondisi saya disini sangat baik mas.” Ucap kukuh

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada pihak pemerintah dan dinas kesehatan setempat, jika dirinya sudah diperhatikan. Namun Kukuh mengeluh bagaimana nasib anak dan istrinya nanti saat dirinya diisolasi dengan waktu yang cukup lama.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak pemerintah dan pihak dinas kesehatan yang telah mengisolasi saya. Namun ada yang saya ingin sampaikan kepada rekan-rekan wartawan, bahwa saya memiliki dua anak, yang pertama usia 4 tahun dan yang ke dua berusia 1 tahun,” terang Kukuh kepada komunitas jurnalis jawa timur.

Lanjut Kukuh, saya masih punya anak balita yang harus dipenuhi kebutuhannya seperti popok bayi dan susu formula untuk dikonsumsi anak nya setiap hari.

“Saya berharap adanya uluran tangan maupun bantuan kepada pemerintah agar lebih memperhatikan kondisi keluarga saya dirumah, karena saya tulang punggung keluarga,” pintanya yang disampaikan ke awak media (10/06/2020)

Kemudian, setelah mendapatkan kabar dan keluh kesah dari rekan Kukuh. Bang Ade salah satu anggota pengurus Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) kaget serta turut perihatin atas kejadian yang menimpa Kukuh rekan sesama Jurnalis.

“Tadi saya dihubungi oleh rekan kita Kukuh, dia (Kukuh) memberi kabar dirinya sudah 4 hari diisolasi usai rapid test covid-19 saat melakukan peliputan. Saya sangat perihatin dan kaget juga mendengar kabar itu, ” kata Bang Ade.

“Kalau bukan kita, siapa lagi.! Sebuah kata-kata yang terucap dari Slogan Bang Ade, yang merupakan motto kepedulian dan kekompakan Seduluran sesmama jurnalis.

Lanjut Bang Ade, dirinya berencana akan melakukan koordinasi kepada rekan-rekan wartawan lain yang tergabung di Komunitas Jurnalis Jawa Timur. Untuk ikut peduli akan nasib kedua anak dan istri dari rekan kita Kukuh selama menjalani perawatan.

“Rencana komunitas akan menggalang bantuan dana dari rekan-rekan seprofesi seikhlasnya dan akan kita kumpulkan, kemudian dari hasil pungumpulan dana bantuan tersebut akan diberikan istrinya untuk kebutuhan anak-anaknya selama saudara Kukuh masih dalam perawatan dinas kesehatan,” terang Bang Ade.

Komunitas Jurnalis Jawa Timur juga berharap kepada pemerintah, semoga pihak-pihak yang terkait khususnya pemerintah juga memperhatikan keluarga dari rekan wartawan Kukuh. Karena selama ini pemerintah juga kurang memperhatikan nasib para kuli tinta/wartawan, meski seorang wartawan tidak menutup kemungkinan akan rentan tertular virus covid-19 hanya demi menyajikan suatu berita kepada masyarakat luas. (Bledex)