Pesan Jarot Dalam Antisipasi Kebakaran Hutan Diimbangi Dengan Pertumbuhan Ekonomi

SINTANG (Kalbar), Centralberita.id Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Sintang Nomor 31 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 tentang tata cara pembukaan lahan bagi masyarakat di Kabupaten Sintang. Ini merupakan upaya dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan disaat musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Sintang dalam hal menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Sintang tersebut.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam rapat kerja bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan se-Kabupaten Sintang yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang, pada Kamis, (11/06/2020).

Bupati Sintang juga didampingi oleh Komandan Kodim 1205 Sintang, Letkol.Inf. Eko Bintara, Kapolres Sintang, AKBP. John H.Ginting, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, serta para pimpinan OPD.

Bupati Sintang dalam penyampaiannya mengatakan bahwa dalam kondisi menyambut musim kemarau disaat pandemi Covid-19 itu membuat keadaan semakin memburuk bagi kesehatan masyarakat.

“Kalau kebakaran hutan dan lahan itu menyebabkan kualitas udara memburuk, udah itu ditambah lagi dengan Corona, Karhutla dan Corona itu jadi duet maut, sehingga semakin berdampak pada sektor kesehatan bahkan juga berdampak pada sektor perekonomian, seperti harga karet akan anjlok, arus barang tidak lancar, dan harga tidak terkontrol,” kata Jarot.

Jarot juga menjelaskan dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang diimbangi dengan bertumbuhnya ekonomi masyarakat, maka dibuka lahan bertani lebih banyak.

“Dengan kondisi ekonomi saat ini, kita dorong masyarakat untuk membuka lahan bertani lebih banyak, dengan catatan tidak ada kriminalisasi kepada peladang, kita atur bagaimana berladang tetapi tidak membuat kualitas udara yang buruk,” ungkap Jarot.

Jarot juga menambahkan dengan hadirnya Peraturan Bupati yang terbaru akan mempermudah masyarakat peladang untuk melakukan aktivitas kearifan lokalnya.

“Kita bersyukur di Sintang sudah ada Perbup, dan Perbup ini sudah ketiga kalinya, pertama kita sudah ada Perbup No.57 tentang tata cara buka lahan, disitu sudah diatur bagaimana membakar yang terkendali, kemudian kita evaluasi karena banyak proses yang rumit, dan kita keluarkan lagi Perbup Nomor 31 tahun 2020 ini yang bertujuan proses administrasi di tengah masyarakat semakin mudah,” tambahnya.

Bupati Sintang juga memaparkan dengan adanya Perbup Nomor 31 Tahun 2020 tersebut, akan memberikan payung hukum kepada para peladang yang ada di Kabupaten Sintang. Bupati Sintang meminta kearifan lokal dengan cara membakar lahan itu harus ada pemurnian.
(Ot)

Editor : Christian Bostang Hutagaol