Dengan Barang Bukti Yang Sudah Berbadan Hukum Dari 180 Perkara Dimusnahkan Kejari Sintang

SINTANG (Kalbar), Centralberita.id Bertempat di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sintang pihak Kejaksaan Negeri Sintang bersama Pemkab SintangĀ  Kamis (18/06/2020) memusnahkan semua barang bukti yang sudah berbadan hukum dari 180 perkara yang sudah ditangani dari tahun 2019 hingga tahun 2020.

Adapun 180 perkara yang ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Sintang yaitu ada 85 perkara kasus narkoba, 21 kasus perkara judi, 16 kasus perkara PETI, 5 kasus perkara minyak, 2 kasus Tindak Pidana Khusus bea cukai, kasus perkara karhutla, pembunuhan, pencurian, senjata api, penganiayaan dan kasus perkara konservasi sumberdaya alam.

Terkait kasus narkoba menurut keterangan dari Andi Tri Saputro selaku Plt Kasi Barang Bukti Kejari Sintang menjelaskan ada sebanyak 200 gram narkoba jenis sabu, 40 butir pil ekstasi dan dua bungkus ganja yang turut dimusnahkan.

“Bahwa untuk perkara judi ada 21 perkara berupa barang bukti kolok-kolok dan kartu remi dan kartu gaplek buat main judi juga turut kita musnahkan. Tambang emas ada 16 perkara termasuk dua buah lanting jek dengan barang bukti sebanyak 18 unit mesin,” jelas Puto sapaan akrabnya.

Puto juga mengatakan ada barang bukti lain yang turut dimusnahkan yaitu ada 4 unit tangki dimodifikasi, 27 jerigen dan 7 buah drum, yang lain perkara karhutla, pembunuhan, pencurian, senjata api, penganiayaan dan perkara konservasi sumber daya alam.

“Dengan barang bukti sebanyak lima buah parang, satu buah clurit, dua buah linggis, satu buah timbangan camry, dua buah tajuk, satu pisau dapur, sebuah palu
satu buah mesin pemotong kayu, 104 buah handphone, 13 timbangan gigital, dua pucuk senjata api dan 55 kilogram sisik trenggiling,” tambah Puto.

Puto juga menambahkan ada dua perkara lagi yang Kejari Sintang yaitu perkara tindak pidana khusus kasus bea cukai dengan barang bukti sejumlah 5 dus rokok,179 bungkus rokok.

Dijelaskan Puto juga terkait kasus perkara Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan ekosistem tersebut sudah berkekuatan hukum tetap. Dengan barang bukti berupa 55 kilogram sisik trenggiling yang dimusnahkan secara dibakar bersamaan dengan ratusan barang bukti lainnya yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Pelaku dari kejahatan ilegal terhadap satwa dilindungi tersebut, pengadilan negeri Sintang memutuskan bersalah bagi pelakunya. Dengan tuntutan satu tahun penjara dengan diputus 10 bulan, bayar denda 10 juta masing-masing terdakwa,” ungkap Kasi Pidum Kejari Sintang tersebut.

Terakhir darib penjelasan Puto ada empat Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Polandia yang juga telah di vonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Sintang karena telah mengangkut dan membawa tumbuhan satwa liar dari tempat wisata alam Gunung Kelam.

Editor : Christian Bostang Hutagaol