Kasus Perdebatan Kepala Wilayah Kembali Terjadi Di Desa Tanjung Bunga

SANGGAU (Kalbar) Centralberita.id Informasi didapat media ini Sabtu (20/06/ 2020) yang mana Kepala Desa Tanjung bunga meminta kepada pihak Kecamatan Kembayan untuk bisa hadir ke Desa Tanjung Bunga, dikarenakan adanya singketa kesalahpahaman dalam 2 calon Kepala Dusun (Kadus) Dusun Mungguk Anyang Desa Tanjung Bunga Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

Adapun dari pihak yang hadir saat itu yaitu Kadis PMD Kabupaten Sanggau, Camat Kembayan, Babinsa Danramil Kembayan, BhabinKamtibmas Polsek Kembayan, Anggota BPD Desa Tanjung Bunga dan Tokoh masyarakat lainnya.

Kegiatan diawali dengan tanggapan Kadis PMD Kabupaten Sanggau Alian saat diwawancarai oleh media Centralberita.id terkait pemilihan dua calon Kepala Dusun Dusun Mungguk Anyang.

“Bahwa hal saat ini yang dialami Desa Tanjung Bunga merupakan hal yang biasa terjadi antara Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan. Bahwa ada pelaksanaan pemilihan ataupun melakukan pronkontra terhadap penjaringan kepala wilayah tingkat Desa yang memang mungkin di butuhkan pendamping pemerintah kecamatan dan kabupaten yang harus wajib dilakukan,” ungkap Alian.

Alian menambahkan, memang untuk pelaksanaan pemilihan dan kompeten itu harus menggunakan prosedur yang sesuai dgn keputusan atau lewat regulator manfaat, yang artinya jika sudah dilihat seperti mana mestinya didukung oleh pemerintah Desa semuanya sudah benar adanya.

“Hanya saja kedua nama calon tersebut yang juga sudah melakukan reporna atau sesuatu yang belum mengajukan ke pemerintah kecamatan,sehingga camat juga tidak bisa membuat persetujuan camat dari kepada siapa yang akan dipilih camat menjadi Kepala Dusun,” jelas Alian kembali.

Alian juga menjelaskan terkait dengan usia untuk pencalonan Kepala Wilayah atau Kepala Dusun menurutnya, tentunya dalam rangka pelaksanaan penjaringan tersebut Pemerintah Desa memberikan peluang kepada masyarakat. Dan untuk bidang ketentuannya untuk bisa menjadi seorang Kepala Wilayah harus mengacu pada ketentuan yang sementara ini masih mengacu pada Permendagri nomor 67

“Disitu juga tertulis bahwa usia 20 tahun sampai dengan usia 42 tahun, jadi jika dibatas usia itu bagi Pemerintah Desa sah- sah saja menerima administrasi yang bersangkutan, akan tetapi nantinya semua itu akan diajukan kepada kecamatan yang kemudian pihak kecamatan tidak boleh melakukan persetujuan jika memang itu tidak jelas hingga bertentangan dengan regulasinya.Yang artinya bahwa bersangkutan sah-sah saja di ajukan rekap ulang, setelah itu camat baru bisa membuat keputusan,” jelas Alian.

Alian berharap agar pemerintah Desa melakukan penjaringan terhadap calon perangkat Desa karena hal ini mengacu kepada regulasi yang ada saat ini. Sehingga masyarakat nantinya tidak lagi mengambang yang artinya mereka tidak tahu persis yang mana harus memiliki kriteria seperti ini.Sehingga didekte kecamatan dengan gampang untuk memutuskannya.

Belum selesai sampai disitu saja, dari pernyataan dari Kepala Desa Tanjung Bunga Paulus Lempeng menyampaikan yang mana dalam musyawarah tentunya keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah Desa namun yang dimaksud untuk dua calon Kepala Wilayah yang mendaftarkan diri yakni calon yang pertama dilihat dari syaratnya sangat memenuhi.

“Sementara untuk calon yang kedua kurang memenuhi syaratnya dikarenakan faktor usia yang sudah lebih dari 42 tahun, meskipun demikian jalan keluarnya adalah dengan melakukan pengajuan atas nama 2 calon kepala wilayah itu kepada camat,” ungkap Paulus.

Ditambahkan Paulus nantinya dari Camat sendiri akan merekomendasikan salah satu dari pada kedua calon tersebut. Selain dari itu ada juga tanggapan dari dua calon Kepala Wilayah bahwa usulan telah disampaikan ketika hasilnya nanti ada salah satu diantara calon tersebut yang terpilih maka calon berikutnya akan gugur yang kemudian calon tersebut harus menerima dengan lapang dada, ketika terpilih sebagai Kepala Wilayah atau Kepala Dusun.

Fernando Manurung

Editor : Christian Bostang Hutagaol