Ketua DPC PBB Kota Surabaya Ajak Parpol Non Parlemen Berperan Aktif Dalam Pilwali Kota Surabaya 2020

Insert foto: Samsurin Ketua DPC PBB Kota Surabaya

SURABAYA,centralberita.id – Rabu 24/06/20) Samsurin ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya mengajak seluruh partai non parlemen, PKPI, HANURA, PERINDO, GARUDA agar ikut terlibat aktif dalam suksesi pergantian walikota surabaya pada tahun 2020.
Baik ikut mengawasi seluruh tahapan pilwali yan akan dilakukan oleh KPUD kota surabaya dan Banwas kota surabaya maupun peserta yang akan mengusung kandidat calon.

Saya menyakini dengan munculnya calon independen yang akan melaksanakan verifikasi faktual bisa jadi calon independen ini dengan mudah lolos sebagai peserta pilwali kota surabaya 2020.

Ini akan memungkinkan terjadinya calon tunggal yang di usung oleh partai partai di parlemen kota surabaya. Atau singakay kata partai hanya menyuguhkan satu calon versus independen.

Jika terjadi seperti ini maka pilwali kota surabaya tidak akan menghasilkan kader pemimpin yang berkualitas. Karna peran partai sebagai wadah mencetak kader yang mempunyai jam terbang yang berkwalitas tidak bisa berbuat banyak dalam menyeleksi calon calon yang akan dipersembahkan untuk masyarakat surabaya ke depan.

Surabaya harus lebih adil dari hari ini. Pemerataan pembagunan di surabaya harus merata , bukan hanya revitalisai taman dan saluran air saja, tapi keadilan bagi warga kota surabaya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di kotanya sendiri.

Pemimpin kota surabaya harus mampu mempertahankan kultur dan budaya kampung e wong suroboyo. Metropolitan yang berbudaya .

Lanjut surin, banyak kandidat kandidat yang menunjukkan kerja kerasnya dan turun bersosialisasi ke masyarakat . Ini harus di akomodir oleh partai partai yang mempunyai kursi di parlement.
Jangan hanya menunggu sabdo pandito ratu saja, ini surabaya kota yang banyak melahirkan kader kader bangsa.

demokrasi di kota surabaya harus jalan secara kompetisi yang sehat. Sudah cukup 10 tahun kita dipimpin seorang birokrat. Hasil yang di capai para pemimpin yang berlatar belakang birokrat tidak sesuai dengan karakter masyarakat surabaya yang agamis, nasioanalis, luwes, lentur, berani dan berwibawa serta toleran.
Kejahatan halus yang dilakuakan oleh seorang birokrat berdampat besar pada jaringan sosial yang selama ini sudah terjaga, pasar turi sebagai simbol perdagangan rakyat kecil sekarang menjadi mall yang hanya melahirkan kesenjagan sosial, petani tambak garam dan ikan kehabisan stock lahan karena alih fungsi yang tidak berwawasan lingkungan.

Surabaya harus dipimpin minimal
Seperti karakter yang di contohkan oleh walikota cak narto kala itu. Cak narto membangun tanpa mengusur, cak narto kelihatan tersenyum meskipun marah kalau ada rakyat yang lupa

“Untuk itu Partai partai non parlemen yang notabene mempunyai suara hasil pemilu 2019. Saya ajak tampil untuk memberikan calon calon alternative dan bekerja sama dengan partai yang cukup dan bisa mengusung calon. Masih ada waktu, jadi jangan melulu yang itu itu saja.” ajak surin.

Sumber: Ketua DPC PBB Kota Surabaya
Reporter: Bledex
Editor: Maksum Af