Pelintas Batas Ilegal Warga Negara Malaysia Di Bengkayang Diamankan Aparat TNI

BENGKAYANG (Kalbar), Centralberita.id Kembali Aparat TNI dari Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 641/Beruang mengamankan seorang laki-laki warga negara Malaysia yang masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal melewati jalan tikus pada Senin (29/06/2020).

Satgas Yonif R-641/Bru yang bertugas mengamankan perbatasan negara antara Indonesia dengan Malaysia di wilayah Kalimantan Barat dari semua kegiatan ilegal, termasuk pelintasan batas antar negara.

Seorang pria dengan inisial JH warga negara Malaysia diamankan saat Satgas Yonif R-641/Bru saat melaksanakan patroli disepanjang Jalur Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP).

Pengetatan pengawasan jalan tikus atau jalur tidak resmi disepanjang perbatasan darat negara Indonesia menjadi tugas Satgas Yonif R-641/Bru untuk menjamin kedaulatan wilayah NKRI dan mencegah adanya berbagai kegiatan ilegal.

Kegiatan ilegal yang dimaksud yaitu peredaran Narkoba, pembalakan liar, penyelundupan barang dan orang, perdagangan manusia, pelintas batas ilegal, dan lain-lain.

Seperti disampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif R-641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, pencegahan aktivitas ilegal di batas negara semakin menjadi perhatian saat ini karena mewabahnya Covid-19. Langkah antisipasi ini diambil karena penyebaran dan penularan virus Corona dapat terjadi lewat media orang maupun barang.

“Pengatatan pengawasan garis batas negara kita lakukan sepanjang siang dan malam sebagai bagian dari langkah antisipasi penyebaran Covid-19,” ungkap Kukuh.

Sedangkan menurut Kukuh terkait warga negara Malaysia yang telah diamankan anggotanya karena masuk wilayah Indonesia secara ilegal lewat jalur tidak resmi, Dansatgas Yonif R-641/Bru menyampaikan akan memproses secara hukum dengan berkoordinasi ke pihak Imigrasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kantor Imigrasi Jagoi Babang. Dan selanjutnya warga negara Malaysia tersebut akan kita serahkan untuk proses hukum lebih lanjut sesuai aturan keimigrasian,” pungkas Kukuh.

Fernando Manurung

Editor : Christian Bostang Hutagaol