Normalisasi Di Blibis ,LSM Suara Bangsa Menjawab

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Bangsa H. Suyoto MS, bersama Penambang Manual dan Media.

BANYUWANGI, Centralberita.id – Normalisasi yang di lakukan di Aliran Sungai di Wilayah Dusun Blibis, Desa Patoman, Kec. Blibingsari kacau balau, hal itu Di Duga kuat karena adanya Provokator yang sengaja bikin Runyam semuanya.

Tidak hanya warga setempat yang sampai berteriak bahwasannya, Giat Normalisasi itu sangat meresahkan masyarakat dan merugikan masyaraka, akan tetapi pemilik tambak sekitar juga merasa di rugikan. Hal yang di sampaikan Oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suara Bangsa Banyuwangi H. Suyoto MS, menyatakan bahwa, dirinya sangat kecewa. semua ini berawal dari ketidak puasnya beberapa orang yang selalu meminta jatah yang berlebihan.

“Ini sangat membuat saya dan temen temen yang di sini sangat kecewa, padahal kami sudah melakukannya sesuai dengan yang di tentukan, ” jelas Mbah Yoto biasa di sapa.

Giat ini sudah tertata baik, sesuai dengan perencanaan awal, mulai dari mensejahterakan warga di pinggir jalan yang di lintasi dum truck dan mencukupi kebutuhan Kelompok Masyarakat (POKMAS). Maka dari itu LSM Suara Bangsa dan tokoh masyarakat ke dua desa, yaitu Desa Patoman dan Desa Watukebo sepakat mengadakan normalisasi sungai.

Giat Normalisasi yang izinyya masih tahap proses ini juga pernah di datangi oleh UPT PSDA WS Sampean Setail Bondowoso yang pada saat itu Irma inggarwati selaku Kasi di UPT PSDA WS Sampean Setail Bondowoso bersama tim dan juga di dampingi oleh Eko Pujiantoro selaku staff untuk Wilayah Banyuwangi.

“Normalisasi di Aliran Sungai Blibis ini harus di normalisasi sesuai dengan yang di anjurkan, kami berharap yang berhubungan dengan Surat izin Normalisasi di segerakan dan kami tunggu secepatnya,” pesan Irma yang di dampingi Eko Pujiantoro dan tim pada saat itu.

Sementara itu beberapa Penambang manual yang sempat kami wawancarai Samidi (55) yang sejak 16 tahun yang lalu menjadi penambang pasir manual dan menjadikan material pasir tersebut mata pencaharian sehari hari sangat senang dengan adanya Normalisasi di sungainya ini.

“Laaa aku seneng mbak, soalle aku gak leren kungkum njupuk pasir nang tengah kali iki, teko pelaksana sing nggarap Normalisasi iki, aku ambek konco konco di jupukne pasir nggae bogo. Dadi aku karu konco konco karek ngayak tok, ” jelas Samidi dengan tenang dan tersenyum bungah.

Samidi juga menceritakan bahwa, pembagian dana kompensasi dari pihak Pokmas ke anggota dan masyarakat tidak transparan dan tidak sesuai dan tidak tepat sasaran.

Faiq selaku pelaksana dan pengawas Normalisasi di aliran sungai Blibis juga angkat bicara terkait pemberitaan yang menurutnya tidak sesuai.
“Saya kecewa dan tidak terima dengan adanya pemberitaan kemarin, ngawur itu dan saya akan menindak lanjuti berita tersebu, pokok e saya tidak terima,” ungkap Faiq sambil menggeleng gelengkan lepalanya menyayangkan atas kejadian tersebut. (Oni)