MUI Terjunkan Tim Ke Ngoro Sepakat Tolak Pabrik Bir di NIP NGORO

MOJOKERTO,centralberita.id –Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto menurunkan tim peniliatian dan pengkajian Majelis Ulama Indonesia terkait rencana pembangunan pabrik minuman beralkohol atau bir di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP).Tim yang berjumlah sepuluh orang ini mengadakan dialog di rumah ketua MUI Kecamatan Ngoro KH Ismail Arif DusunSukorejo Desa Lolawang, Rabu(8/7/20) .

Tim yang hadir pada kesempatan tersebut antara lain KH Dr Imam Baidlowi sebagai ketua Tim,KH Saifudin Zuhri Wakil Ketua TIM ,KH Dr Abd Jalil Jauhari Mag,Wakil Ketua,KH Suud Amin SPdi MPdi,,Drs Bambang Setyono MPd,Drs Moh Solihin,Ust Mualimin,Drs Yohan Abdilah SH,KH Drs Anshorudin SH MA dan Ustad Nurrohmad .

Tampak juga ketua MWC NU Ngoro KH Marzuki,Pengurus LDII Ngoro,Pengurus Muhammadiyah Ngoro ,Ketua PAC Ansor Ngoro Surotin,Kepala Dusun Sukorejo,Kepala Dusun Lolawang ,Pengurus Karang Taruna dan Gastrack perwakilan warga.

Ketua Tim Penelitian dan Pengkajian MUI Kabupaten Mojokerto,Dr Imam Baidlowi MM mengatakan tim ini bertujuan menggali informasi sekaligus mengadakan dialog dengan pengurus MUI Kecamatan Ngoro,Ormas Islam,Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda yang ada di Ngoro terkait dengan penolakan rencana pebangunan rencana pembangunan pabrik minuman beralkohol atau bir di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP).’’ Kami ingin mendengar langsung dari pengurus MUI Kecamatan,Ormas islam dan tokoh masyarakat hasilnya akan kami sampaikan ke Ketua Umum MUI Kabupaten Mojokerto yang selanjutkan akan di teruskan pihak pihak terkait.”ujarnya.

Karena pihaknya juga meminta bukti penolakan dari MUI ,Warga Ngoro,Tokoh masyarakat ,Tokoh Agama dan Pemuda sekaligus menjadi bahan tim untuk di sampaikan paa rapat MUI Kabupaten Mojokerto .Dokumen penolakan ini di sampaikan ke tim oleh ketua MWC Ngoro KH Marzuki’’Ini sebagai bahan kajian kami untuk selanjutkan akan di bahas di rapat bersama pengurus MUI Kabupaten Mojokerto.”ujarnya.

Ketua MUI Kecamatan Ngoro KH Ismail Arif mengungkapkan, penolakan yang disampaikan sudah melalui mekanisme pembahasan dan pertimbangan yang matang. Termasuk mendengar aspirasi maupun masukan pengurus, ormas, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama di Kecamatan Ngoro.

Di antaranya, kata dia, jika nanti pabrik tersebut sudah beroperasi dikhawatirkan justru akan berdampak pada sosial kemasyarakatan. Bahkan, minuman beralkohol dinilai dapat berdampak negatif terhadap moral masyarakat dan masa depan anak bangsa. “Adanya minuman keras ini mengarah pada tindakan-tindakan kriminalitas,”katanya.

Adanya pabrik bir itu, kata dia, juga akan memperburuk citra wilayah Kecamatan Ngoro yang mayoritas warganya adalah muslim. Sedangkan pertimbangan lainnya, minuman beralkohol jika dikonsumsi akan memabukkan. “Kita itu kan membina moral masyarakat. Nah, kalau moral itu sudah diupayakan untuk dibina agar menjadi umat yang baik, tapi jika ada hal-hal yang merusak moral, tentu upaya itu akan sia-sia,” tuturnya.

Menurut KH Ismail, sebelumnya pihaknya juga megirim surat Penolakan yang disampaikan MUI tingkat kecamatan ini tertuang dalam surat nomor 010/MUI.NGR/VI/2020 tentang Penolakan. Surat tersebut menerangkan, MUI Kecamatan Ngoro bersama ormas Islam dan warga sepakat menolak dan keberatan atas berdirinya PT Hardcorindo Semesta Jaya di kawasan NIP blok J-11. Di mana, perusahan tersebut akan memproduksi minuman beralkohol.

Ketua MWC NU Ngoro KH Marzuki mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan tersebut berdasarkan hasil musyawarah bersama tokoh masyarakat. Mereka semua sepakat untuk menolak pembangunan pabrik tersebut. “Intinya kami menolak berdirinya pabrik Bir di Ngoro ini untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Miras ‘’ujarnya.

Senada diungkapkan Ketua PAC GP Ansor dan Ketua karang taruna Desa Lolawang Daoekah atau Nur Rohmat kedua sepakat untuk menolak keberadaan pabrik tersebut. “Kami siap mengawal kebijakan para kyai untuk menolak pabrik Bir di Ngoro.”Ujarnya.(tim Humas MUI Kabupaten Mojokerto)/(Bledex)