Terkait Rekaman Bagi-bagi Proyek Viral Di Medsos, Walikota Singkawang Angkat Bicara

SINGKAWANG (Kalbar) Centralberita.id Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie angkat bicara mengenai narasi rekaman yang diinformasikan sebagai bagi-bagi proyek dan telah beredar di media sosial (Medsos). Rekaman tersebut telah menjadi fitnah, dan menimbulkan kegaduhan di medsos.

Tjhai Chui Mie sangat menyayangkan hal itu terjadi. Dirinya menilai, orang yang merekam pembicaraan tersebut tidak beretika.

“Padahal rapat tersebut membahas program pembangunan di Kota Singkawang, dan perekamannya pun tidak dilakukan secara utuh,” kata Tjhai Chui Mie, Minggu (05/07/2020).

Menurutnya, rekaman pembicaraan yang beredar itu adalah membahas mengenai program pembangunan di Kota Singkawang.

“Jika yang direkam itu dari awal, tentu itu merupakan hal yang sangat bagus. Karena wajar masyarakat bisa mengetahuinya. Namun yang ditampilkan di media sosial merupakan sebuah penggalan rekaman, sehingga diduga ada niat yang tidak baik bagi perekamnya,” ujarnya.

Menurutnya, rekaman suara yang beredar adalah merupakan rekaman yang terjadi pada tahun 2018, yakni sebelum Pemilu Legislatif (Pileg).

“Mereka (Anggota Dewan, red) yang termasuk dalam Badan Anggaran menghadap saya waktu itu, karena ingin memperjuangkan semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di masing-masing daerah pemilihannya (Dapil),” ungkapnya.

Sehingga mereka dating, agar dirinya bisa mengakomodir aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Saya selaku Wali Kota tentunya tidak bisa serta merta langsung mengakomodir, karena yang membahas RAPBD adalah TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Badan Anggaran,” jelas Walikota Singkawang tersebut.

Karena di satu wilayah Dapil, sudah pasti anggota dewannya tidak sendirian. Mungkin dari satu wilayah Dapil, ada pekerjaan yang sama. Seperti parit, jalan atau jembatan yang sama.

“Jadi jika ada yang sama, sudah pasti akan kita coret,” tutur Tjhai Chui Mie.

Ditambahkannya mengenai rekaman suara yang beredar, tentu akan membuat masyarakat akan menjadi gelisah dan bertanya-tanya. Karena yang ditampilkan merupakan sebuah penggalan rekaman saja.

“Bagi masyarakat yang tidak paham, mungkin bisa percaya kalau itu merupakan pembicaraan bagi-bagi proyek,” katanya.

Tetapi jika direkam dan ditampilkan secara penuh, dia yakin masyarakat akan mengerti apa yang sedang dibahas.

“Apa yang dilakukan oleh perekam merupakan kesalahan yang sangat fatal. Karena tidak merekamnya secara menyeluruh, sehingga membuat kegelisahan dan kegaduhan di masyarakat,” ungkapnya.

Wali Kota menegaskan, apa yang disampaikan oleh Badan Anggaran pada saat itu adalah besaran program kegiatan di wilayahnya masing-masing, bukan uang. Seperti halnya ketika pernah mengajukan anggaran ke kementerian untuk land clearing Bandara Kota Singkawang sebesar Rp 90 miliar, namun yang disetujui hanya Rp 10 miliar.

“Programnya yang dibangun untuk masyarakat dan akan dirasakan serta dinikmati oleh masyarakat di masing-masing Dapilnya. Jadi bukan uangnya. Kalau bahasa yang disampaikan oleh perekam itu bagi-bagi proyek, dia menilai, jika itu merupakan pemahaman yang negatif. Saya sangat keberatan,” tegasnya. (Fernando Manurung)

Editor : Christian Bostang Hutagaol