Suara Militan PSI Dan PARPOL Non PARLEMEN Menentukan Kemenangan PILWALI Kota Surabaya 2020

Insert foto: Samsurin Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya

SURABAYA,centralberita.id – Pilwali Kota Surabaya 2020 yang akan diselenggarakan Desember 2020 nanti adalah pilwali yang hanya mengandalkan suara para militansi Partai partai dikota surabaya.

Dari jumlah suara sah hasil pileg 2019 yaitu 1.466.876 suara. Dimana kekuatan suara para militan partai partai dikota surabaya hanya 30,6 persen atau 448.864 suara yang memiliki kekuatan yang bisa disumbangkan dari masing masing partai pengusung. Sementara 60,4 persen suara . Adalah suara dari kekuatan tim masing masing calon.

“Disini saya tindak membicarakan calon independen ya..”kata Samsurin yang juga Ketua DPC Partai Bulan Bintang kota Surabaya.

Surin melanjutkan, calon independen tidak bisa diukur oleh angka statistik perolehan suara pileg 2019. Karena calon independen berangkat dari dukunngan perseorangan. 138.565 E KTP melalui verifikasi vaktual. Pasangan independen bisa mempertahankan suara dukungannya pun sudah bagus. Atau 6,5 persen suara dukungan bisa naik menjadi 10 persen itu sudah luar biasa. Atau setara 140 ribu suara . Pada pilwali 2010 pasangan independen Fitradjaja Purnama-Naen Soeryono hanya memperoleh suara 53.110 atau sebesar 5,71 persen saja.

Masih kata Surin. Jika 90 persen suara sah pada pilwali 2020 nanti adalah kisaran 1.400.000 suara sah dari proyeksi DPT ( daftar pemilih tetap ) atau DPT Pilkada Surabaya 2020, naik 1,5 persen dari DPT yang ada saat ini berjumlah 2.131.756 pemilih
Dan dikurangi angka golput dan suara tidak sah mencapai 35 persen.
Maka pasangan calon yang bisa di duga hanya ada 3 pasangan calon di pilwali kota surabaya 2020 desember nanti.
Suara sah akan lari maksimal 10 persen ke pasangan independen
Dan 90 persen suara sah akan lari ke pasangan yang di usung partai.

Pasangan Mahfud Arifin atau populer disebut MA , yang di usung oleh 8 partai dikota suarabaya ( PKB, GERINDRA, GOLKAR, NASDEM, PKS , DEMOKRAT, PPP ) memiliki basis kader militan sekitar 14,6 persen atau dari jumlah suara memilih partai dalam pileg 2019 yang lalu.

Sementara Pasangan yang akan diusung oleh PDIP yang memiliki basis suara militan 10,8 persen dari suara sah memilih partai . Artinya bukan memilih caleg. Maka potensi PDIP untuk menang dalam pilwali kota surabaya 2020. Ditentukan oleh pasangannya.

Karena selisih suara untuk memenangkan pilwali surabaya nanti hanya diasumsikan tidak lebih dari 4 persen.
Untuk memenuhi selisih pertarungan yang ketat diatas.

Peran PSI yang memiliki basis suara 3 persen dan Partai non parlemen memiliki suara basis militan 2.2 persen . Sangat menentukan siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan walikota surabaya para periode 2020-2025 nanti.

Saran saya. Baik pasangan MA, atau PDIP, ataupun Independen . “Jangan sia siakan mesin pengerak suara PSI maupun partai Nom Parlemen. Karena 5,7 persen suara sah partai yang belum memberikan dukungan ini. Mampu menentukan sidang pleno KPU siap yang berhak memenangkan pilwali 2020 dikota surabaya.”ujarnya.

Surin melanjutkan. Figur calon wawali yang akan di pinang oleh MA atau PDIP bisa dilihat dari angka suara militan masing masing partai. Saya tetap memberikan kesimpulan bahwa partai dengan basis massa Relegius atau figur yang aktip dalam organisasi massa keagamaan memiliki potensi untuk diusung sebagai calon wawali kota surabaya.
Seperti contoh bisa dari kader partai , Goltar A. fatoni, gerindra AH tony , PKB fandi utomo , PKS saudari Reni atau hasil konvensi cawawli PSI, atau figur figur seperti Gus Hans atau mbak lia yang memiliki jaringan kiyai dan santri. Bisa sangat tepat mendampingi pasangan para calon.

Ketika media bertanya kepada Samsurin . Siapa yang tepat mendampingi para pasanan calon. Cak surin menjawab.”kami ini dari partai islam yang bercirikan keindonesiaan. Tentunya akan lebih nyaman bersama pasangan yang relegius . Wis pokoke sing iso manjaga kultur suroboyo lah .. kultur suriboyo iku yo nasionalis yo kentel relegiusnya.”Pungkasnya.

Sumber: Samsurin
Reporter: Bledex
Editor: Maksum Af