Risma Dua Periode memimpin Hasilnya Taman Kota dan Box Culvert Yang Berserakan Dimana Mana

Insert foto: Samsurin Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya

SURABAYA,Central berita.id – Apa kebijakan risma selama 2 periode yang berpihak pada kehidupan rakyat surabaya, kalimat dari pertanyaan ini saya pentingkan agar klaim mengatakan risma lebih baik dari pemimpin surabaya sebelumnya benar benar dapat di jawab secara realistis dan di iyakan oleh banyak beberapa orang yang dirugikan risma selama ini.

Pertama apa benar taman kota menjadikan kualitas udara menjadi lebih sehat.Mungkin benar bagi orang yang hidup di tengah kota dengan banyak pilihan terapi mata . Berjejer jejer taman kota. Tapi bagaimana dengan wilayah barat surabaya . Contoh kawasan pergudangan margomulyo hingga ke arah romokalisari . Apakah bisa dikatakan sehat ? Begitu nada Surin bertanya, saat ini surabaya begitu hebat dengan proyek saluran drainase.

Surabaya menyiapkan anggaran daerah sekitar Rp139,8 miliar untuk melanjutkan proyek sistem drainase diversi box culvert Gunungsari selama 2019-2020. Belom lagi jalur saluran itu jika di total semua secara keseluruhan proyek box culvert dari Girilaya-Benowo sepanjang 13.910 meter dengan total anggaran Rp 762 miliar.

Dana itu berasal dari APBD sebesar Rp 472 miliar lebih dan dari APBN sebesar Rp 290 miliar sunguh anggaran tidak main main yang tujuannya hanya untuk mengurai kemacetan lalu lintas dan menghindari banjir , semua proyek tersebut dikomandani Eri Cahyadi.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), Pertanyaan saya . Apa selama dua periode ini saluran air tersebut tuntas ?

“Apa selama ini surabaya bebas macet dan banjir ? Tentunya tidak bukan ? Lalu apa prestasi risma dan eri cahyadi sebenarnya?,” kata Surin penuh tanda tanya.

Olaraga yang berprestasi mendunikah ?
Contoh Sirkuit balap di kawasan bung tomo itu anggaran penyelesaian 30 milyar tapi cuman direalisasikan 8Milyar terus sisane digawe Renovasi Stadion piala dunia U 20. Terus Yo opo carane dewan pasang mata biar anggaran itu tidak di selewengkan. Wong selama ini rapot risma di mata dewan perwakilan rakyat daerah surabaya tenyata baik baik saja.

Tapi kenyataan ada improvisasi anggaran di proyek realisasi sirkuit menjadi anggaran stadion. Apa itu bukan penyalagunaan wewenang ? Terus prestasi risma ini apa kok ngotot mau pasang benner dimana mana menampilkan figur eri cahyadi. Dalam kontestasi pilwali 2020. Sementara eri masih ASN dan Risma masih walikota. Ini kan mengangu estetika kota kok satpol pp menegak perda tidak punya nyali . Nyalinya hanya maksimal buat menganggu warga surabaya yang mencari hidup dengan berprofesi menjadi pedagang kaki lima .

Ayolah mikir dilut rek.. apa tidak ada figur yang lebih yang bisa menjadikan surabaya kembali berkarakter , mandiri tanpa intervensi pihak ketiga dalam proyek pembangunan kota surabaya.

Yang berkaraker wong suroboyo. Mangan turu sak lawase di surabaya. Susah seneng berjuang untuk surabaya , lahir mati di surabaya kan banyak selain mental birokrat . Saya kira kader kader partai disurabaya lebih mumpuni daripada seorang birokrasi yang hanya main main dengan sistem lantas hasilnya menyengsarakan warga surabaya.

Selama periode risma apa jalur yang sekarang bongkar pasang box culvet itu, apa bisa dikatakan nyaman dan tidak menganggu aktifitas warga surabaya ?
Selama ribuan pohon ditanam apa angka orang sakit makin berkurang. Kondisi Surabaya saat ini angka penyebaran covid 19 paling tinggi di jawa timur . Lho kok aneh wong kita ini hidup dalam taman surga yang penuh bunga beraneka warna , harusnya kualitas udara surabaya sehat dan bersih dan mampu menangkal penyebaran corona virus mewabah disini.

Sekali lagi saya sampaikan. Lerenno diluk rek.. mikir dan setelah itu lihatlah figur figur lain yang membawa semangat perubahan. Jangan terjebak pada pemimpin yang emosional dan ketika tidak mampu melindungi warganya dari bahaya corona malah mencari kebenaran lewat dunia virtual. Dunia maya . Seakan akan surabaya hebat dalam pembangunan nyatanya rusak dan tak berwawasan lingkungan. Cukup dua kali periode saja surabaya di pimpin seorang birokrat. Tugas partai itu menawarkan varian pemimpin yang bisa dipilih oleh rakyat , tugas partai bukan memaksa rakyat untuk tidak ada piilhan , 56 % warga surabaya yang selama ini golput itu . Karena mereka tidak diberi pilihan. Cari pemimpin yang berjiwa pemimpin dan tidak mengorbankan anak buahnya. Memberi kepercayaan pada dinas dinas yang dibentuknya.

“pemimpin bervisi seperti Bambang DH yang mampu menciptakan surabaya baru, surabaya berbudaya dan kental wani memberikan kepercayaan serta melibatkan semua kepala dinasnya dalam proses pembanguan kota. Ojo koyok iki mlaku sak karepe dewe, suatu saat kesandung yo ngadekko dewe.” Pungkas Samsurin Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Surabaya. (Red)

Sumber: Samsurin
Ketua DPC PBB Kota Surabaya